Selasa, 10 Maret 2026 – 00:30 WIB
Jakarta, VIVA – Malam Lailatul Qadr adalah salah satu malam paling spesial dalam agama Islam. Malam yang penuh kemuliaan ini diyakini punya keistimewaan yang sangat besar, karena nilainya lebih baik dari seribu bulan.
Lailatul Qadr terjadi pada salah satu malam di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Karena itu, umat Muslim dianjurkan untuk meningkatkan ibadah di periode ini. Yuk, scroll lanjut!
Keagungan malam ini terkait dengan peristiwa penting dalam sejarah Islam, yaitu saat Al-Qur’an pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Keutamaannya bahkan disebut khusus dalam Surah Al-Qadr, yang menjelaskan bahwa pada malam itu para malaikat turun ke bumi dengan izin Allah SWT membawa berkah dan kedamaian hingga terbit fajar.
Karena keutamaannya sangat besar, umat Muslim dianjurkan memperbanyak ibadah seperti shalat malam, baca Al-Qur’an, berdzikir, dan berdoa. Diyakini siapa pun yang menghidupkan malam Lailatul Qadr dengan iman dan ikhlas akan mendapat ampunan atas dosa-dosanya yang lalu.
Namun, waktu pastinya tidak diketahui. Malam ini diyakini tersembunyi di antara sepuluh malam terakhir Ramadhan, terutama pada malam-malam ganjil. Tapi, ada beberapa tanda yang sering disebut dalam hadis sebagai petunjuk kemunculan malam mulia ini.
"Tanda-tanda Lailatul Qadar yang tersebar dalam referensi hadis-hadis Nabi SAW. Jadi ada suasana satu malam yang terasa bagi sebagian orang itu kok enak banget ya. Ada yang menyebutkan dari sini itu tanda yang diberikan Allah ke dalam jiwa kita," kata Ustaz Adi Hidayat, mengutip video YouTube AMPRJCT, Selasa 10 Maret 2026.
Beberapa riwayat menyebut suasana malam Lailatul Qadr terasa sangat tenang dan damai. Udara malam itu tidak terasa terlalu panas atau terlalu dingin. Langit biasanya tampak cerah dan bersih, tanpa awan tebal atau cuaca buruk. Cahaya bulan juga terlihat lebih lembut dan memberi kesan menenangkan.
Selain itu, tanda lain yang sering disebut adalah kondisi matahari di pagi harinya. Matahari disebut terbit dengan cahaya yang tidak terlalu menyilaukan, beda dari biasa. Fenomena ini sering dianggap sebagai salah satu pertanda dalam berbagai hadis.
Halaman Selanjutnya
Sebagian ulama juga menjelaskan bahwa pada malam itu hati orang beriman akan merasakan ketenangan yang lebih dalam. Ibadah terasa lebih khusyuk, dan doa yang dipanjatkan seakan lebih mudah menyentuh hati serta mendekatkan diri pada Allah SWT.