Taman Bromo Ditunjuk sebagai Prioritas Wisata Kelas Dunia

Probolinggo, Jawa Timur (ANTARA) – Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan, Satyawan Pudyatmoko, menyatakan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru merupakan destinasi prioritas untuk pariwisata kelas dunia.

“Pemerintah telah menetapkan target untuk mengembangkan beberapa taman nasional di Indonesia menjadi destinasi berkelas dunia, dengan Bromo Tengger Semeru sebagai prioritas utama,” ujarnya dalam acara peletakan batu pertama Jalan Lingkar Kaldera Tengger (JLKT) di kawasan taman nasional tersebut pada Senin (13 April).

Pudyatmoko menjelaskan bahwa pembangunan JLKT ini merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk pengelolaan taman nasional terpadu. Indonesia saat ini memiliki 57 taman nasional.

Dia mencatat bahwa proyek JLKT ini bukan hanya untuk kepentingan pariwisata, tetapi juga mencangkup aspek ekologi, perlindungan keanekaragaman hayati, pengelolaan air, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“JLKT adalah instrumen strategis untuk menyelaraskan berbagai kepentingan, mulai dari konservasi hingga pengembangan ekonomi masyarakat,” katanya.

Dia juga menekankan pentingnya menjaga identitas budaya lokal sebagai bagian dari pengelolaan taman nasional, dengan menekankan bahwa penghormatan terhadap masyarakat setempat, budaya, dan kearifan lokal merupakan prinsip utama dalam upaya pelestarian.

“Saya harap pembangunan JLKT dapat menjadi langkah awal transformasi kawasan wisata Bromo menuju pengelolaan yang berkelanjutan. Jika alamnya lestari, masyarakat sejahtera dan budaya akan terjaga,” ucapnya.

Jalan Lingkar Kaldera Tengger diharapkan dapat memperkuat Bromo Tengger Semeru sebagai destinasi wisata unggulan sekaligus menjadi model pengelolaan konservasi yang menyeimbangkan kepentingan lingkungan, budaya, dan ekonomi.

Sementara itu, Bupati Probolinggo Mohammad Haris mengatakan pembangunan JLKT menandai momen penting bagi keberlanjutan jangka panjang kawasan Tengger, dan menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara konservasi, budaya, dan pengembangan pariwisata.

MEMBACA  Xsolla Menunjuk Zoran Vasiljev sebagai Wakil Presiden Senior Kemitraan Strategis Global

JLKT akan menghubungkan daerah-daerah di sekitar kaldera Bromo dan menyediakan rute alternatif bagi wisatawan, sehingga membantu mengurangi kepadatan di satu lokasi saja.

Proyek ini mencakup pembangunan jalan sepanjang kurang lebih 13 kilometer dengan lebar 18 meter, dilengkapi tiga area istirahat, empat lokasi parkir, 9.725 marka jalur, dan 60 sumur resapan untuk mendukung kelestarian lingkungan.

Berita terkait: Long holidays drove Mt Bromo tourism surge in first half: official

Berita terkait: Indonesia seeks innovative funding for national park management

Penerjemah: Zumrotun Solichah, Resinta Sulistiyandari
Editor: Primayanti
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar