Jakarta, VIVA – Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, memberikan dukungan penuh terhadap langkah-langkah kebijakan strategis yang diambil oleh Presiden Prabowo Subianto dalam merespons tarif impor yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Fadli menegaskan bahwa langkah-langkah tersebut mencerminkan komitmen pemerintah untuk memperkuat kedaulatan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Menurutnya, strategi yang diambil oleh Presiden Prabowo merupakan respons yang tepat dalam menghadapi dinamika perdagangan global dan membangun kemandirian ekonomi bangsa.
Fadli juga menggarisbawahi pentingnya memperluas kemitraan dagang strategis, diversifikasi mitra dagang, dan memperluas akses pasar bagi produk Indonesia di pasar internasional. Selain itu, Indonesia juga telah menandatangani berbagai kemitraan ekonomi seperti RCEP, OECD, CP-TPP, IEU-CEPA, dan I-EAEU CEPA sebagai bagian dari strategi tersebut.
Fadli mendorong percepatan perundingan kemitraan ekonomi komprehensif dengan berbagai negara dan entitas regional, serta berbagai perundingan perjanjian dagang seperti IEU-CEPA untuk memperluas akses pasar. Dia juga menyebut IEU-CEPA sebagai jembatan strategis antara dua kawasan besar dengan potensi gabungan lebih dari 600 juta jiwa.
Strategi kedua yang diusung adalah percepatan hilirisasi sumber daya alam melalui pendirian Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Fadli meyakini hilirisasi adalah jalan menuju nilai tambah, perluasan lapangan kerja, kedaulatan industri, dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Strategi ketiga Presiden Prabowo adalah meningkatkan daya beli masyarakat melalui program-program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pendirian 80.000 Koperasi Desa Merah Putih untuk memperkuat ekonomi desa dan membuka lapangan pekerjaan baru.
Terkait tarif impor dari AS, Fadli melihat kebijakan tersebut sebagai bentuk baru dari unilateralisme yang merugikan negara-negara berkembang. Indonesia bersama negara lain yang terdampak akan menghadapi tantangan, namun dengan strategi yang telah disiapkan, Fadli optimis Indonesia dapat mengatasi dampak negatif dan memanfaatkan peluang yang ada.
Melalui tiga strategi yang disiapkan Presiden Prabowo, Fadli yakin Indonesia dapat melangkah maju dalam menghadapi dinamika perdagangan global dan memperkuat kemandirian ekonomi bangsa.