Pemerintah Provinsi Jambi makin gencar melakukan upaya konservasi untuk memastikan Geopark Merangin Jambi mempertahankan statusnya sebagai UNESCO Global Geoparks saat proses revalidasi tahun ini.
“Kami yakin geopark kita tetap menjadi bagian dari jaringan UNESCO Global Geoparks,” kata Gubernur Jambi, Al Haris, di Jambi pada Sabtu.
Dia menjelaskan, tim verifikasi dijadwalkan akan menilai ulang geopark seluas 4.832,31 kilometer persegi tahun ini. Kawasan tersebut membentang di 12 kecamatan dan 131 desa di Kabupaten Merangin.
Menurut gubernur, masyarakat lokal terus menjaga kawasan tersebut dan mencegah kerusakan lingkungan demi mempertahankan pengakuan internasional.
Al Haris menambahkan, pemerintah Kabupaten Merangin telah membentuk tim terpadu untuk melindungi geopark dari kerusakan serta mempertahankan statusnya sebagai warisan alam kelas dunia.
Bupati Merangin, Muhammad Syukur, mengajak warga setempat, terutama generasi muda yang tinggal di sekitar kawasan, untuk ikut menjaga geopark yang menyimpan banyak fosil prasejarah.
Dia bilang, upaya saat ini difokuskan pada integrasi pembangunan infrastruktur, aktivitas ekonomi lokal, dan nilai sosial budaya dengan konservasi geopark, sekaligus memperkuat daya tarik Kabupaten Merangin sebagai destinasi wisata.
Syukur menekankan, situs fosil prasejarah dan keanekaragaman hayati yang kaya di kabupaten ini merupakan aset wisata berharga bagi Provinsi Jambi yang perlu dijaga secara bersama-sama.
Geopark Merangin Jambi terkenal dengan fosil flora Periode Perem yang berusia sekitar 252 juta hingga 299 juta tahun lalu dan mengusung tema, “Koleksi Flora Fosil Terbaik dan Terlengkap dari Periode Perem Awal.”