Sabtu, 23 Mei 2026 — 21:45 WIB
Bandung, VIVA — Persib Bandung kembali ngegaskan dominasinya di sepak bola Indonesia. Keberhasilan Maung Bandung kunci gelar juara musim ini bikin mereka catet sejarah emas dengan raih hattrick juara—jadi kampiun tiga musim berturut-turut. Pencapaian fantastis yang belum tentu bisa ditandingin tim lain dalam waktu deket.
Meskipun pertandingan penentu hari ini lawan Persijap Jepara berakhir dengan skor kacamata 0–0, hasil itu udah lebih dari cukup buat bawa trofi juara lagi ke Kota Kembang. Persib sukses manfaatin peluang emas mereka di penghujung kompetisi buat mastiin takhta tertinggi tetap di pelukan.
Bukan Tugas Mudah: Rombak Skuad di Tengah Tekanan Sabet Gelar Ketiga
Ngepertahanin gelar juara buat ketiga kalinya secara beruntun jelas bukan perkara gampang. Pelatih kepala Persib, Bojan Hodak, ngaku kalo musim ini jauh lebih berat dan nantang ketimbang dua musim sebelumnya.
Kalo di dua musim lalu Persib ngandelin kerangka tim yang cenderung sama dan cuma ngelakuin sedikit perubahan, musim ini situasinya kebalik 180 derajat. Skuad Maung Bandung harus ngelakuin perombakan besar-besaran.
“Musim ini jadi yang lebih sulit dari musim lalu karena kami cukup banyak ngubah pemain. Ada 25 pemain baru,” kata Bojan Hodak abis pertandingan.
Perubahan radikal dengan masukin puluhan muka baru tentu nuntut adaptasi dan ramuan strategi yang nggak instan. Nanggepin keberhasilan timnya yang tetep konsisten di puncak meski dihuni muka-muka baru, pelatih asal Kroasia ini becanda soal faktor dewi fortuna.
“Ya ada banyak keberuntungan, banyak keberuntungan. Di musim ini, ada sangat banyak perubahan dan itu jadi lebih sulit. Jadi mungkin ada buanyak keberuntungan,” tambahnya merendah.
Hanya Momen Juara yang Bakal Diingat
Waktu ditanya soal apa yang pertama ke bayangin di pikirannya abis peluit panjang bungi dan sejarah baru resmi tercipta, Bojan Hodak gak bisa nutupin rasa lelahnya. Buat dia, nglewatin kompetisi yang panjang dan penuh tekanan demi target hattrick juara udah nguras tenaga seluruh tim.
“Hal pertama di pikiran saya adalah begitu laga mimin ini usai, musim ini selesai, semuanya kelelahan. Kami sekarang pingin cepet liburan,” ujar Bojan jujur.
Dia juga negesin kalo jalannya pertandingan hari ini yang imbang bakal jadi soal. Pada akhirnya, sejarah cuma bakal catet pemenang di garis finis. _