Jumat, 20 Maret 2026 – 12:49 WIB
Cirebon, VIVA – Bulan Ramadhan memang punya cara tersendiri untuk menghadirkan kehangatan. Kehangatan itu bukan cuma dari makanan enak, tapi juga dari para relawan yang menyiapkannya. Di banyak masjid masyarakat, khususnya di Jawa Barat, suasana dapur sejak pagi buta jadi bukti semangat berbagi yang sangat kuat.
Sejak jam 1 pagi, para ibu relawan sudah mulai bergerak. Ada yang belanja bahan, siapkan bumbu, sampai masak menu simpel seperti nasi, ayam, sayur, dan kurma. Semua dilakukan untuk satu tujuan: memastikan masyarakat bisa buka puasa dengan layak dan nyaman. Yuk, scroll untuk baca cerita lengkapnya!
“Sejak jam 1 pagi kami sudah mulai belanja kebutuhan, lalu masak dari pagi sampai siang sebelum akhirnya dikemas dan dibagikan menjelang buka puasa. Senyuman dan terima kasih dari masyarakat jadi semangat buat kami untuk terus berbagi,” kata Ibu Siti Patimah, relawan dapur di Cirebon, Jumat 20 Maret 2026.
Gotong Royong yang Nyata
Nggak cuma relawan, warga sekitar juga ikut membantu. Di Masjid Pusaka, Cirebon, warga bahkan menambahkan sekitar 150 porsi makanan dengan swadaya. Di tengah tantangan seperti harga bahan makanan naik, semangat gotong royong malah makin kuat.
Totalnya, ribuan paket makanan buka puasa dibagikan ke puluhan masjid. Setiap paket bukan cuma makanan, tapi juga simbol kepedulian dan kebersamaan yang tumbuh di masyarakat.
Lebih dari Sekadar Buka Puasa
Di balik kegiatan dapur ini, ada gerakan yang melibatkan ratusan ibu relawan. Mereka bukan cuma memasak, tapi juga menciptakan ruang berbagi yang hangat untuk sesama.
Wida Septarina dari Yayasan Lumbung Pangan Indonesia menyebut kegiatan ini bagian dari gerakan yang lebih besar.
“Kami sangat bersyukur bisa kembali kerja sama dengan Teh Celup Sosro. Selain menyediakan makanan untuk masyarakat yang membutuhkan, program ini jadi wadah gerakan ribuan ibu menyediakan makanan buka puasa yang hangat di 26 kota dan kabupaten di Indonesia. Semoga ini bisa menginspirasi untuk saling menolong di bulan Ramadhan yang baik ini,” ujarnya.
Halaman Selanjutnya
Tradisi Sederhana yang Bermakna