SBY Apresiasi Peran Juwono Sudarsono dalam Mempersatukan Militer dan Sipil

Jakarta (ANTARA) – Presiden keenam Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), berduka atas meninggalnya mantan menteri pertahanan Juwono Sudarsono. Ia mengakui peran almarhum dalam menjembatani kalangan militer dan sipil selama masa gerakan Reformasi 1998.

Usai melayat di Markas Besar Kementerian Pertahanan, SBY mengenang Sudarsono sebagai seorang akademisi Universitas Indonesia yang wawasannya memperkaya diskusi tentang hubungan internasional dan pertahanan.

“Bapak Juwono memiliki keyakinan yang sama dengan saya, bahwa militer harus kembali ke peran sebenarnya sebagai institusi pertahanan yang bisa diandalkan, dan tidak terlibat urusan politik, itu pada masa dinas militer saya di era 1998,” kata SBY kepada pers pada Minggu.

Mantan presiden itu menekankan bahwa hubungan mereka telah terjalin sejak ia bertugas sebagai perwira muda di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat. Ia menggambarkan Sudarsono sebagai partner diskusi pada masa itu.

Ia menambahkan bahwa kesamaan pandangan itulah yang akhirnya membuatnya mengangkat Sudarsono sebagai menteri pertahanan di bawah pemerintahannya dari tahun 2004 hingga 2009. Itu adalah periode kedua Sudarsono yang tidak berurutan, setelah menjadi sipil pertama yang menduduki pos tersebut di bawah Presiden keempat, Abdurrahman Wahid.

SBY juga mengatakan bahwa mantan menteri pertahanan itu memfokuskan periode kerjanya yang kedua pada modernisasi postur pertahanan Indonesia dengan mengembangkan sistem dan peralatan. Kedua tokoh itu sepakat bahwa militer Indonesia harus terus maju di tingkat regional.

Menyoroti keahlian diplomasi, ia memuji Sudarsono yang memulai misi-misi perdamaian bertujuan memperkuat kapasitas Indonesia dalam menghadapi krisis, baik di dalam maupun luar negeri.

“Jasa beliau sangat membantu karena saya menempatkan pertahanan dan diplomasi sebagai hal yang sama pentingnya selama pemerintahan saya,” ujar SBY.

MEMBACA  Petunjuk dan jawaban NYT 'Connections' untuk 20 Maret: Tips untuk memecahkan 'Connections' #283.

Dengan demikian, mantan presiden itu mengajak masyarakat luas untuk mengikuti langkah Sudarsono dalam menguasai bidang pertahanan dan diplomasi. Ia menekankan bahwa urusan keamanan Indonesia mencakup lebih dari sekadar tanggung jawab militer.

Juwono Sudarsono meninggal dunia di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta, pada Sabtu (28 Maret). Beliau dimakamkan secara militer dengan penghormatan penuh di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, pada hari Minggu. Upacara dipimpin oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Berita terkait: Mantan menteri pertahanan Juwono Sudarsono wafat pada usia 84 tahun

Berita terkait: Azyumardi Azra dimakamkan di TMP Kalibata

Berita terkait: Presiden beri penghormatan ke pahlawan yang dimakamkan di TMP Kalibata

Penerjemah: Bagus Ahmad, Tegar Nurfitra
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar