Rabu, 27 Mei 2026 – 18:41 WIB
Jakarta, VIVA – Ledakan di sebuah rumah di Dusun Sumbul, Desa Klampok, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, terjadi pada hari Minggu kemarin. Polres Malang menduga ledakan ini berasal dari petasan racikan yang diproduksi di lokasi kejadian.
Kasi Humas Polres Malang AKP Bambang Subinanjar, di Malang pada Rabu, mengatakan dugaan itu didasari dari hasil olah TKP awal dan pengumpulan barang bukti. Di antaranya selongsong berisi residu serbuk, dan alat yang diduga digunakan untuk meracik petasan tersebut.
“Tim dari kepolisian setempat bersama Tim Jibom Den Gegana Satuan Brimob dan Bidang Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur melakukan sterilisasi lokasi, olah TKP lanjutan, pengambilan sampel, serta mengamankan 18 barang bukti dari lokasi kejadian,” kata Bambang, dikutip Rabu, 27 Mei 2026.
Personel gabungan itu, kata dia, juga mengamankan beberapa barang bukti lain seperti alat pemadat, sumbu petasan, dan serpihan kertas dengan sisa bubuk. “Seluruh barang bukti sedang diuji secara laboratoris untuk memastikan kandungannya,” ucapnya.
Polres Malang bersama Polda Jawa Timur kini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap asal usul bahan peledak tersebut. Berdasarkan keterangan dari Polres Malang, peristiwa ledakan di rumah itu terjadi pada Minggu (24/5) malam dan menyebabkan enam anggota keluarga mengalami luka-luka.
Dari enam orang itu, satu korban bernama Syamsul Arifin (26) mengalami luka bakar sekitar 60 persen dan telah menjalani perawatan intensif di RSUD dr Saiful Anwar, Kota Malang. Sedangkan lima anggota keluarga lainnya, yakni Yatin (52), Nur Vitaniyah (25), Malinda (15), Kenzi Alfaro (3), dan Febriansyah mengalami luka ringan.
Ledakan di rumah di Malang yang diduga akibat petsan ini bukan kali pertama terjadi. Sebab pada Sabtu (23/5) kejadian serupa muncul di Desa Jenggolo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, dan menewaskan satu orang penghuni berinisial S (48).
Berkaca dari kejadian itu, Bambang menyampaikan pihaknya terus berupaya meningkatkan pencegahan agar kejadian tidak terulang lagi melalui patroli keamanan lingkungan. “Kami imbau masyarakat agar tidak merakit atau menyiman bahan petasan karena sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan korban jiwa,” ujarnya. (Ant)