Dua Setengah Dekade Sebagai CEO – Hype dan Histeria AI Mulai Melelahkan

Ya AI itu nyata, AI penting. Dan ya, setelah 25 tahun jalani perusahaan dari satu revolusi teknologi ke revolusi lain, saya capek dengan cara kita membicarakanya.

Cara orang ngomongin AI sekarang—apalagi di ruang direksi, deck investor, dan ruang gema VC—udah gak thoughtful lagi, malah mulai histeris. Dan jujur, dalam kerja sehari-hari saya jalanin perusahaan fintech, histeria itu gak cocok sama kenyataan.

Saya udah lewati semuanya: internet, mobile, crypto, blockchain, cloud computing. Semuanya penting. Tapi pentingnya beda—dan perbedaan itu yang suka salah ditangkep sama obrolan AI sekarang utamanya.

Pertanyaan yang paling ngebantu buat saya adalah: “Untuk perusahaan atau bisnis tertentu: AI lebih mirip internet, atau lebih mirip cloud computing?”

Internet ngubah cara kita hidup, komunikasi, dan berbisnis. Perusahaan harus reinventasi diri buat bertahan. Cloud computing juga pergeseran teknologi besar, hasilin triliunan dolar kapitalisasi pasar untuk para penyedianya. Tapi buat banyak bisnis yang jalan, dampaknya gak merubah secara fundamental apa yang meraka lakuin—cuma seberapa efisien caranya.

Saya pernah jalanin perusahaan di kedua sisi transisi itu. Sebelum cloud, kita sewa tempat di pusat hosting, beli hardware, jalankan pusat operasi jaringan 24/7. Berhasil. Pas mulai Capitolis, cloud udah matang dan tersedia. Bikin scaling lebih mudah dan murah menguntungkan, tapi model bisnisnya gak berubah. Keputusan begini jarang diurus CEO atau dewan biasa. Itu kerjaan pimpinan rekayasa sama CFO dan COO: Berapa keuntungan? Apa yang jadi trade-of?

Seperti itulah cara banyak perusahaan harus liat AI sekarang.

Reality check AI

Ada bisnis yang berubah total, atau hancur, sama AI. Saya barusan ngobrol layanan pelanggan sama DoorDash, dan liatnya AI banget. Cepat, tepat, lebih baik dari rata-rata customer service manusia. Buat perusahaan tu, hype nya mungkin menurun. Tapi ini gak universal.

MEMBACA  Dewan Tesla Blokir Suara Pemegang Saham Soal Larangan Pernyataan Politik CEO Elon Musk

Di Capitolis, Kita adalah jaringan B2B yang terintegrasi banget di dunia keuangan institusional. Kami gak akan diganggu AI dalam waktu dekat. Kami berinvestasi di AI—ratusan ratus dolar setahun—dan terapinnya di seluruh organisasi. Keliatan peningkatan efisiensi di sana-sini. Tapi kami belum liat balik modal dari investasi ini, misalnya.

Di teknik, kami liat agen nulis program Computer Code halus dalam artificial intelligence kode dan memodifikasi operas I melihat p kan system ai.

Tinggalkan komentar