Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sudah menguraikan beberapa langkah yang bisa diambil oleh institusi pendidikan dan siswa SMK untuk mengejar karir global.
Direktur SMK di kementerian tersebut, Arie Wibowo Khurniawan, mengatakan bahwa siswa SMK yang ingin membangun karir di luar negeri harus mengidentifikasi skill mereka dan negara tujuan sejak kelas 10 agar persiapan bisa matang.
“Ini bukan kegiatan yang terjadi mendadak, tapi sebuah proses yang harus dipersiapkan oleh setiap SMK yang punya komitmen untuk masuk ke pasar global. Makanya, persiapanya harus mulai dari kelas 10, diawali dengan proses penerimaan siswa baru,” ujar Khurniawan dalam sebuah webinar di Jakarta pada Jumat.
Di kelas 10, lanjutnya, sekolah harus memperkuat pondasi talenta global siswa lewat pendidikan karakter, disiplin kerja, dan pengenalan dasar bahasa asing yang relevan dengan beberapa negara tujuan.
Di kelas 11, institusi pendidikan harus memperkuat kompetensi industri siswa dengan memberikan pembelajaran berbasis industri, program teaching factory dan project-based learning, pelatihan bahasa asing tingkat menengah, dan persiapan sertifikasi kompetensi.
Saat memasuki kelas 12, ia menambahkan, sekolah harus mempersiapkan siswa lewat berbagai sertifikasi, mulai dari sertifikat kemampuan dan bahasa asing hingga penyiapan dokumen yang diperlukan untuk mengejar karir global.
Pada tahap ini, tambahnya, institusi pendidikan juga harus membantu siswa SMK dalam mengikuti rekrutmen magang industri dan program penempatan kerja di tahun berikutnya.
“Lalu di kelas 13, karena kini kita punya program tambahan satu tahun, menjadikan SMK model 3+1, siswa yang sudah memenuhi syarat usia bisa menyiapkan dokumen legal supaya begitu berusia 18 tahun, mereka siap diberangkatkan ke negara tujuan,” kata Khurniawan.
Berita terkait: RI Govt bolsters students’ skills via ‘SMK 3+1 Employability’ program
Berita terkait: Indonesia’s SMK revitalization program absorbs local workers: Ministry