Reuni Denny Siregar dan Rudi Soedjarwo: Tanah Runtuh, Semesta Emosional yang Lebih Sunyi

Jumat, 16 Januari 2026 – 01:31 WIB

Jakarta, VIVA – Kolaborasi Denny Siregar dengan sutradara Rudi Soedjarwo kembali menarik perhatian banyak orang. Setelah sukses dengan film ‘Sayap-Sayap Patah’ (2022), mereka kembali bekerja sama dalam film baru berjudul ‘Tanah Runtuh’. Kabar ini muncul setelah cuplikan visual dan cuplikan emosional film itu dibagikan lewat media sosial pribadi dan akun Instagram @dennysiregarproduction.

Baca Juga :


6 Film Indonesia Terbaru di Netflix yang Tayang 2026, Beragam Genre Mengguncang Emosi!

Dalam unggahan yang dibagikan, rumah produksi memperkenalkan proyek ini dengan singkat tapi penuh arti. Lewat Instagram, mereka menulis judul film itu sebagai tanda awal cerita, “Tanah Runtuh”. Yuk, scroll untuk tau lebih lanjut!

”Yang paling kita takutin bukan kepergian, tapi hari-hari setelahnya. Yang biasanya ada, pelan-pelan jadi rindu. Kita tetap berjalan, meski hati tertinggal. Karena ada cerita yang terlalu tulus untuk dilewati begitu saja,” tulis @dennysiregarproduction, dikutip pada Jumat 16 Januari 2026.

Baca Juga :


Film Sengkolo Petaka Satu Suro, Penulis Ungkap Kisah Nyata Diganggu Kuntilanak

Unggahan itu langsung bikin penasaran. Banyak yang ngira kolaborasi kali ini akan bawa nuansa yang beda dari proyek sebelumnya. Kalau ‘Sayap-Sayap Patah’ dikenal dengan tensi tinggi dan konflik besar, ‘Tanah Runtuh’ justru disebutkan akan hadir dengan pendekatan yang lebih sunyi, personal, dan menyentuh sisi kemanusiaan.

Secara garis besar, film ini kisahkan hubungan emosional yang tumbuh di tengah keterbatasan. Para tokohnya sama-sama sadar mereka hidup dalam kondisi yang tidak ideal, tapi justru dari kesadaran itu muncul keberanian untuk terus melangkah. Perjalanan yang mereka tempuh bukan cuma soal pindah tempat, tapi juga perjuangan mempertahankan harapan di dunia yang terasa tidak ramah.

MEMBACA  Cinta Tanpa Batas, Hansamu Yama Bertahan di Persija Jakarta

Baca Juga :


Ahlan Singapore Angkat Kisah Anak Muda di Singapura, Chemistry Kiesha Alvaro–Rebecca Klopper Disorot

‘Tanah Runtuh’ juga menempatkan sudut pandang anak-anak sebagai pusat cerita. Tanpa dibesar-besarkan berlebihan, film ini dibangun lewat emosi yang intim dan manusiawi. Hubungan antar tokohnya digambarkan saling bergantung, jaga, dan menguatkan, menjadikan kebersamaan sebagai satu-satunya pegangan saat segalanya terasa runtuh.

Tema kehilangan dan ketulusan menjadi benang merah yang kuat. Meski latar ceritanya penuh keterbatasan dan rasa terancam, optimisme tetap hadir sebagai napas utama. Pulang dalam film ini tidak hanya dimaknai secara fisik, tetapi juga sebagai usaha untuk menjaga harapan, identitas, dan ikatan keluarga di tengah kondisi yang hampir mustahil.

Halaman Selanjutnya

Bagi Denny Siregar dan Rudi Soedjarwo, ‘Tanah Runtuh’ menjadi lanjutan emosional dari kerja sama mereka sebelumnya, tapi dengan pendekatan yang lebih lembut dan dekat. Film ini disebut berani menyentuh luka-luka kecil yang sering terlewat, tapi justru paling membekas.

Tinggalkan komentar