Respon Santai Trump Usai Iran dan AS Saling Serang: Hanya Sentilan Kecil

Jumat, 8 Mei 2026 – 08:40 WIB

VIVA – Amerika Serikat dan Iran saling melancarkan serangan pada Kamis, 7 Mei waktu setempat, di tengah masa gencatan senjata. Militer Iran menyebut serangan ini sebagai balasan atas tindakan AS yang menargetkan dua kapal yang memasuki Selat Hormuz, serta serangan di Pulau Qeshm, Iran.

Sementara itu, militer AS mengatakan mereka melakukan serangan ke Pulau Qeshm sebagai respons atas serangan Iran terlebih dahulu.

Namun di sisi lain, Iran menyebut bahwa saat ini kondisi sudah kembali normal, sementara militer AS menegaskan tidak ingin memperbesar konflik.

Menyusul serangan tersebut, Presiden Amerika Serikat menyebut bahwa gencatan senjata masih berlaku dan mencoba meredakan ketegangan atas insiden itu.

“Itu cuma serangan kecil,” kata Trump menurut unggahan reporter ABC di media sosial, dikutip dari laman CNA News, Jumat, 8 Mei 2026.

Media pemerintah Iran juga melaporkan bahwa situasi telah kembali normal setelah serangan terjadi.

Ketegangan terbaru ini muncul ketika Washington masih menunggu jawaban Iran atas proposal AS yang bertujuan menghentikan perang, namun belum menyelesaikan isu paling sensitif seperti program nuklir Iran.

Kedua pihak memang beberapa kali terlibat baku tembak sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 7 April lalu.

Komando militer gabungan tertinggi Iran menuduh AS melanggar gencatan senjata setelah menyerang kapal tanker minyak Iran dan satu kapal lainnya, serta melakukan serangan udara ke wilayah sipil di Pulau Qeshm di Selat Hormuz dan kawasan pesisir Bandar Khamir Sirik di daratan utama Iran.

Militer Iran mengatakan pihaknya membalas dengan menyerang kapal-kapal militer AS di sebelah timur Selat Hormuz dan selatan pelabuhan Chabahar.

Juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya mengklaim serangan tersebut menyebabkan kerusakan besar, namun Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan tidak ada aset mereka yang terkena serangan.

MEMBACA  Kolaborasi Pandawa Lima dan PSI Mempertemukan Prabowo-Gibran dengan Buruh, Nelayan, dan Petani di Banten

Trump mengatakan tiga kapal perusak Angkatan Laut AS berhasil keluar dari Selat Hormuz meski berada di bawah tembakan. Ia menegaskan kapal-kapal AS tidak mengalami kerusakan, tetapi kerusakan besar justru dialami Iran.

“Mereka hancur total bersama banyak kapal kecil lainnya,” tulis Trump di Truth Social.

Halaman Selanjutnya
CENTCOM mengatakan Iran menggunakan rudal, drone, dan kapal kecil dalam serangan yang menargetkan tiga kapal perusak Angkatan Laut AS. Sebagai balasan, AS meneyerang lokasi rudal, drone, dan sejumlah titik lainnya.

Tinggalkan komentar