Rencana Pembangunan Infrastruktur 2027 untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengarahkan pembangunan infrastruktur untuk tahun anggaran 2027 guna mendukung swasembada pangan, energi, dan air, serta mendongkrak pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen.

Sebagai bagian dari dukungan terhadap program prioritas nasional (Asta Cita), Menteri PU Dody Hanggodo menekankan peran kementeriannya dalam menyediakan infrastruktur dasar yang mendukung kegiatan ekonomi dan pelayanan publik.

Menurut dia, kementerian menjalankan program strategis bernama PU 608 dengan tiga target utama. Target itu mencakup efisiensi investasi atau rasio output modal inkremental (ICOR) di bawah 6, pengentasan kemiskinan menuju nol persen, dan pertumbuhan ekonomi mencapai 8 persen pada 2029.

“Ini adalah parameter utama untuk memastikan bahwa pembangunan infrastruktur berkontribusi langsung terhadap kinerja ekonomi nasional,” ujarnya pada Kamis.

Dia menyatakan capaian tersebut akan diukur melalui indikator ekonomi nasional, termasuk kontribusi pembangunan infrastruktur terhadap produktivitas dan penciptaan lapangan kerja.

Pada 2026, kementerian mengelola anggaran sebesar Rp118,5 triliun (sekitar 7 miliar dolar AS) untuk melaksanakan beberapa program prioritas.

Program-program tersebut meliputi pembangunan jaringan irigasi baru seluas 16.000 hektar, pembangunan 12 bendungan yang masih berjalan, dan penyediaan air baku dengan debit 2 meter kubik per detik.

Di sektor konektivitas, pemerintah menargetkan pembangunan jalan baru sepanjang 102 kilometer serta peningkatan dan preservasi jalan sepanjang 1.500 kilometer, termasuk pembangunan 33 kilometer jalan tol.

Sementara itu, di sektor perumahan, pemerintah menargetkan peningkatan kapasitas sistem penyediaan air minum sekitar 800 liter per detik dan layanan sanitasi untuk 63.000 keluarga.

Di sektor infrastruktur strategis, pemerintah juga mempersiapkan pembangunan sekitar 900 sekolah umum dan merehabilitasi 1.000 sekolah keagamaan.

Untuk tahun 2027, Kementerian PU menargetkan sejumlah indikator hasil yang lebih terukur, termasuk peningkatan kapasitas tampung air dan peningkatan keandalan irigasi.

MEMBACA  Jakarta berusaha meningkatkan kerjasama dengan Seoul

“Di sektor sumber daya air, contohnya, targetnya adalah menaikkan kapasitas tampung menjadi 58,84 meter kubik per kapita dan keandalan irigasi meningkat 27 persen,” kata Dody.

Pada sektor konektivitas, pemerintah menargetkan pengurangan waktu tempuh di rute-rute nasional utama. Sedangkan di sektor perumahan, akses air minum aman ditargetkan mencapai 33,46 persen, dan sanitasi aman mencapai 10,8 persen.

Dody menekankan, pembangunan infrastruktur fokus tidak hanya pada keluaran fisik, tetapi juga pada dampaknya terhadap peningkatan produktivitas dan kualitas hidup masyarakat.

Berita terkait: Menteri desak infrastruktur prioritas di Papua dipercepat

Berita terkait: Menteri AHY akan tinjau langsung pemulihan bencana Sumatra pada 22 Januari

Berita terkait: Kementerian kirim 250 ton bantuan bencana ke Sumatra

Penerjemah: Aria Ananda, Yashinta Difa
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar