Rancangan Instruksi Presiden untuk Perlindungan Gajah Sumatra

Pekanbaru, Riau (ANTARA) – Pemerintah Indonesia sedang menyiapkan instruksi presiden untuk melindungi gajah sumatera yang terancam punah. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Raja Juli Antoni, menyatakan hal ini dalam kunjungannya ke Pekanbaru pada Kamis. Menurutnya, habitat gajah yang menyusut dan terpecah-pecah mengancam kelangsungan hidup spesies ini.

Antoni mengungkapkan bahwa kantong-kantong habitat gajah di Sumatra telah menyusut drastis—dari sebelumnya 44 menjadi hanya 11 pada akhir tahun 2024. Penyusutan ini banyak disebabkan oleh praktik ilegal di hutan yang mengisolasi populasi gajah.

“Kebijakan ini akan fokus untuk menyambungkan kembali koridor-koridor habitat gajah sumatera yang terfragmentasi. Pemulihan koridor ini sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekologi dan memastikan keberlanjutan populasinya,” ujarnya.

Menteri menekankan bahwa populasi gajah sumatera, yang diperkirakan sekitar 1.200 individu di Aceh dan Lampung, masih dalam status terancam punah. Dia juga memperingatkan bahwa perburuan liar untuk diambil gadingnya tetap menjadi ancaman serius.

“Kita perlu mengingatkan masyarakat bahwa gajah dikategorikan sebagai satwa terancam punah. Perburuan ilegal untuk gading harus terus dipantau,” kata Antoni sambil memberikan apresiasi atas upaya kepolisian dalam menangani kejahatan terhadap satwa liar.

Dia juga memberikan pujian kepada Polda Riau atas tindakan penegakan hukum yang baru-baru ini dilakukan.

“Kami harap ini menjadi insiden yang terakhir. Negara akan mengambil tindakan tegas terhadap pelaku untuk melindungi satwa liar,” tegasnya.

Penerjemah: Bayu Agustari A, Resinta Sulistiyandari
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Hak Cipta © ANTARA 2026

MEMBACA  Mekanisme CIA dalam Operasi Penangkapan Presiden Maduro

Tinggalkan komentar