Purbaya: S&P Global Tak Persoalkan Program MBG & Koperasi Merah Putih, Namun Inilah yang Memicu Kekhawatiran

Sabtu, 6 Juni 2026 – 17:13 WIB

Jakarta, VIVA – Program prioritas pemerintahan, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), dinilai gak bakal memberi tekanan ke kondisi fiskal nasional.

Hal ini disampaikan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, buat nanggepin anggapan bahwa kedua program populis itu bakal membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Purbaya negasin, katanya kedua program itu dirancang dengan skema yang fleksibel, jadi bisa disesuin sama perkembangan ekonomi atau kebutuhan anggaran negara.

“Enggak usah takut soal kondisi fiskal kita. Semuanya bisa kita lihat, kita atur, kita kendalikan,” ujar Purbaya pas Sabtu, 6 Juni 2026.

Menurut dia, lembaga pemeringkat internasional kayak S&P Global juga gak mempermasalahin keberadaan program-program prioritas pemerintah dari sisi kesehatan fiskal.

Kekhawatiran yang muncul justru lebih banyak terkait persepsi and sentimen yang berkembang di pasar.

“Waktu saya ketemu S&P terakhir, dia enggak ributin itu sebenernya. Cuma dia ributin sentimen, nanya-nanya atau khawatir soal sentimen negatif yang ada di market, itu aja. Tapi soal fondasinya, enggak ada masalah,” jelasnya.

Ia nambahin, pemerintah tetep punya ruang buat jaga defisit anggaran di level yang aman meskipun berbagai program prioritas jalan barengan.

“Karena kita bisa yakin bahwa dengan program itu pun, defisit bisa kita pertahanin di 2-3 persen. Dan kalo kepepet misalnya harga minyak dunia lagi tinggi, itu bisa dikendlin sesuai yang dibutuhkan,” kata Purbaya.

Sentimen Negatif Bikin Rupiah and IHSG Ambrol

Purbaya nilai pelemahan nilai tukar rupiah sama Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lebih banyak dipengaruhin sentimen negatif terhadap perekonomian nasional.

Menurutnya, persepsi itu mah gak sejalan sama kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang masih solid.

MEMBACA  Pelaku Utama Dugaan Kasus Vina Cirebon, Pegi Perong, Ditangkap di Bandung dan Mengaku Bernama Robi

Ia negasin kondisi ekonomi nasional sampe sekarang tetep terjaga. Itu keliatan dari kinerja APBN yang kuat serta aktivitas ekonomi di berbagai daerah yang masih nunjukin tren pertumbuhan positif.

“Kendala utamanya itu persepsi negatif terhadap ekonomi kita, yang enggak terlalu bener. Soalnya APBN kita bagus, ekonominya tumbuh cukup bai,” kata Purbaya, Sabtu (6/6/2026).

“Sampe sekarang kalo kita kemana-mana, semua ekonomi aktivitas naik. Tapi pas persepsi dibilang kita mau hancur, segala macem, sebagian orang jadi kepengaruh.”

Tinggalkan komentar