Jakarta (ANTARA) – Badan Pangan Nasional (Bapanas) Indonesia mendorong peningkatan konsumsi ikan untuk memperbaiki gizi masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan negara.
“Dari sudut pandang pangan nasional, kami mendorong pemeliharaan ketersedian dan stabilitas pasokan ikan,” kata Hermawan, Direktur Pengawasan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Bapanas, dalam sebuah pernyataan pada Rabu.
Ia menyampaikan hal tersebut saat mendampingi kunjungan kerja Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ke Gresik, Jawa Timur.
Hermawan mengatakan ikan adalah sumber protein berkualitas tinggi yang harus dipromosikan sebagai bagian dari upaya mendiversifikasi pola makan dan mengurangi ketergantungan pada bahan pokok. Produksi perikanan yang berkelanjutan, tambahnya, sangat penting untuk menjaga pasokan dan menstabilkan harga.
Gresik merupakan salah satu pusat budidaya perikanan utama di negara ini, dengan 28.600 hektar tambak dan lebih dari 20.000 pembudidaya ikan. Output akuakultur pada 2025 diproyeksikan mencapai 160.439 ton, bernilai Rp3,54 triliun (US$223 juta), dengan ikan bandeng sebagai komoditas unggulan.
Wakil Ketua Komisi IV Panggah Susanto mengatakan sekitar 29.500 ton pupuk telah dialokasikan secara nasional tahun ini dalam program subsidi untuk mendukung budidaya perikanan.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyambut baik pengaktifan kembali pupuk bersubsidi, dan mengungkapkan optimismenya bahwa produktivitas tambak, khususnya untuk bandeng, akan pulih.
Berita terkait: Bapanas sebut cuaca dan kendala tenaga kerja jadi penyebab kenaikan harga cabai
Berita terkait: Pemerintah targetkan penyerapan 4 juta ton cadangan beras pada 2026
Penerjemah: Muhammad Harianto, Katriana
Editor: Anton Santoso
Hak Cipta © ANTARA 2026