Jakarta (ANTARA) – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Rachmat Pambudy menyebut program Makanan Bergizi Gratis (MBG) sebagai kunci bagi Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui transformasi di sektor pangan dan peternakan.
“Kami memperkenalkan yang kami sebut program Makanan Bergizi Gratis. Ini adalah pengubah permainan kami,” ujarnya dalam Pertemuan Strategis Internasional tentang Jalur Ilmiah untuk Transformasi Industri Peternakan Berkelanjutan 2026, yang diselenggarakan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Jakarta, Jumat.
Dia menekankan bahwa pemerintah menempatkan program MBG di pusat dari tujuan besarnya untuk melampaui ketahanan pangan guna mencapai kecukupan yang komprehensif dan berkelanjutan di semua komoditas pangan pokok.
Dari pertimbangan ekonomi, Pambudy menekankan bahwa inisiatif makan gratis ini tidak hanya bertujuan meningkatkan asupan gizi masyarakat, tetapi juga merangsang pasar untuk industri peternakan dalam negeri.
“Pasar nya sudah siap, stabil, dan tumbuh,” kata menteri tersebut.
Dia menjelaskan lebih lanjut, pelaksanaan program MBG telah mendorong Indonesia mempersiapkan perkiraan kebutuhan 1,5 juta liter susu dan 47 ribu ton daging sapi pada 2029, membuka peluang baru bagi calon investor.
Pemerintah, lanjutnya, menargetkan dapat memenuhi 96 persen kebutuhan susu dari produksi dalam negeri—naik drastis dari kondisi sekarang yang 21 persen—sambil memastikan 70 persen permintaan daging sapi terpenuhi di dalam negeri.
Pemerintah telah memutuskan untuk memfasilitasi masuknya sapi perah untuk meningkatkan produksi susu nasional, tetapi tantangan besar di industri ini masih tetap ada.
Pambudy menyoroti bahwa lebih dari 90 persen peternakan masih dikelola oleh peternak kecil, ditambah masalah dari kesenjangan sistem pembibitan, sumber daya terbatas, pakan mahal, dan risiko penyakit ternak.
Oleh karena itu, pemerintah mencari kolaborasi dengan pelaku usaha dan akademisi untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas, termasuk mengembangkan metode pembibitan berbasis teknologi genomik untuk menghasilkan ternak yang lebih tangguh dan produktif.
Dia juga mendorong pelaku usaha nasional untuk berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan untuk industri peternakan, memperluas peran mereka di luar kewirausahaan.
Berita terkait: BRIN dorong riset peternakan untuk dukung program makan gratis
Berita terkait: Dapur MBG yang ditunda perbaiki layanan: BGN
Berita terkait: Program MBG tidak berubah meski ada rumor pembelajaran jarak jauh: BGN
Penerjemah: Ahmad M, Tegar Nurfitra
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026