Presiden Prabowo Serukan Pemaafan dan Persatuan Usai Perayaan Nyepi

Denpasar (ANTARA) – Presiden Prabowo Subianto mengajak masyarakat Hindu Indonesia untuk menjadikan Dharma Santi 2026, yang dilaksanakan setelah Nyepi, sebagai momen untuk mempererat maaf-memaafkan dan persatuan.

“Dharma Santi adalah saatnya untuk saling memaafkan, memperkuat persaudaraan, dan menegakkan nilai-nilai dharma dalam kehidupan,” ujarnya dalam pidato video yang disiarkan pada acara Dharma Santi nasional di Denpasar, Bali, pada Jumat.

Dia mendorong umat Hindu Indonesia untuk maju dalam harmoni, kedamaian, dan kesatuan setelah melaksanakan ritual Nyepi.

Presiden kemudian mengutip ajaran Tat Tvam Asi, yang banyak dimaknai oleh umat Hindu Indonesia sebagai falsafah untuk saling menghargai.

Dia juga mendukung konsep Hindu Bali Tri Hita Karana, yang mengajarkan umat untuk menjaga hubungan harmonis dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam.

“Kita adalah bangsa besar yang hidup rukun dalam keberagaman. Rakyat kita sangat menghargai toleransi dan perbedaan; kita tetap bersatu meskipun berbeda-beda,” tegas Prabowo.

Kepala negara yakin bahwa komunitas Hindu akan terus berperan penting dalam menjaga kerukunan sosial dan persatuan bangsa, serta memimpin Indonesia menuju kemakmuran melalui kerja sama dan kasih sayang.

"Mari kita bersama-sama membangun Indonesia yang adil dan sejahtera," tutupnya.

I Made Susila Adnyana, ketua panitia penyelenggara, menjelaskan bahwa Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) mengangkat frasa Sanskerta Vasudhaiva Kutumbakam, yang berarti “dunia adalah satu keluarga,” sebagai tema Dharma Santi tahun ini.

Dia mengatakan tema ini seirama dengan seruan Presiden Prabowo untuk memperkuat persatuan dan hubungan antarsesama.

“Dharma Santi mendorong persaudaraan yang lebih kuat, saling memaafkan, dan kerukunan antarumat beragama di seluruh Indonesia. Melalui acara ini, kami ingin menumbuhkan sikap saling hormat dan toleransi, sesuai dengan semangat Vasudhaiva Kutumbakam,” ujarnya.

MEMBACA  Wajah Pelaku Penembakan Pengacara di Tanah Abang

Berita terkait: Polisi Bali tangkap warga Swiss karena postingan hinaan saat Nyepi

Berita terkait: Bandara Bali buka kembali setelah tutup untuk Nyepi, penerbangan normal

Berita terkait: Menteri ajak jadikan Nyepi sebagai kesempatan jaga kerukunan

Penerjemah: Ni Putu Putri M, Tegar Nurfitra
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar