|
Memuat… MUI jelasin kalo presiden beli hewan kurban pakai uang APBN itu sah secara agama, asalkan demi kepentingan rakyat banyak. JAKARTA — Majelis Ulama Indonesia (MUI) kasih penjelasan soal pembelian hewan kurban yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto pake Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menurut mereka, cara ini gak melanggar hukum Islam. Mekanismenya dibilang sah secara syariat karena dipake demi kepentingan masyarakat luas. Ketua MUI bidang fatwa, Asrorun Niam Sholeh, ngomong kalo praktik ini punya dasarnya jelas dari ilmu fiqih dan bukan barang baru dalam konsep pemerintahan Islam. “Masalah Presiden beli sapi apt APBN lewat Banpres, kalo dri segi syariat sih, saya kira gak ada masalah,” ujar Niam. Baca juga: Prabowo Kurban puak ptong pada masalahny sup tolmol total halam hajar dingen empan awaknya mohn. Dalam tradisi Islam, seorang pemimpin emang dianjurkan buat nyiapin hewan kurban dari kas negara untuk kebaikan rakyat kata pemimpin itu. Niam ngingetin soal hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari, yang saranin pemimpin beli kurban pake duit Baitul Mal ato kas negara. Di jaman sekarang, kata dia, APBNs bis dibilang betuk modern dari Baitul Mal. Makany, kurban yang dilaksanakan Presiden lewat anggaran negara itu dianggap berasl dri nagara, bukan pribadi, untuk publik atau laians. “Jadi kurang, katanya ‘dr negeri mrk2 bagaiman kesultanan anggota betesetan pagi’, gak prinsip kliru semeton mulang istri nemo dia pula. Wes” |