Prabowo dan Tokoh Nasional Bahas Dampak Timur Tengah pada Neraca Pembayaran

Jakarta (ANTARA) – Presiden Prabowo Subianto dan tokoh-tokoh nasional bertukar pandangan tentang dampak potensial konflik Timur Tengah terhadap Dewan Perdamaian (BoP) dalam pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa malam.

Mantan menteri luar negeri Noer Hassan Wirajuda membenarkan topik tersebut usai menghadiri pertemuan yang berlangsung sekitar tiga setengah jam itu.

“Diskusi kami mencakup BoP dalam konteks perkembangan terkini. Pertanyaan utamanya adalah apakah perang di Iran akan melemahkan posisi dan mandat dewan. Indonesia akan menilai berbagai kemungkinan,” katanya kepada media di kompleks istana.

Wirajuda, yang menjabat sebagai menlu dari 2001 hingga 2009, menegaskan bahwa Presiden Prabowo menggunakan forum penting ini untuk menyoroti ketegangan yang meningkat di Teluk Persia dan mengantisipasi efek berantainya bagi Indonesia.

Kepala negara memfasilitasi mantan presiden, wakil presiden, dan menteri luar negeri untuk mengkaji peran PBB yang makin melemah dan pengabaian terus-menerus terhadap hukum internasional, yang mengacu pada kecenderungan kekuatan adidaya untuk bertindak melawan tatanan berbasis aturan.

“Kami membahas implikasi perang bagi keamanan global, perdamaian, dan ekonomi, dengan kekhawatiran pada pasokan minyak dan gas,” ujar mantan menteri yang bertugas di bawah Presiden Kelima Megawati Soekarnoputri dan Presiden Keenam Susilo Bambang Yudhoyono itu.

Ia menambahkan bahwa pertemuan berjalan lancar, karena Presiden Prabowo menyukai diskusi interaktif dan terbuka terhadap masukan atau saran.

“Pak Presiden secara terbuka menanggapi saran dan pemikiran dari para peserta,” kata Wirajuda.

Pertemuan ini menghadirkan Presiden Keenam Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Ketujuh Joko Widodo, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-11 Boediono, serta Wakil Presiden ke-13 Ma’ruf Amin.

Hadir juga para menteri, pimpinan lembaga negara, ketua partai politik besar, dan perwakilan dari komunitas bisnis.

MEMBACA  5.000 Orang Ikuti Pelatihan Potensi SAR

Berita terkait: Prabowo inisiasi panggilan dengan pimpinan Teluk setelah serangan AS ke Iran

Berita terkait: Tawaran mediasi Indonesia tetap berdiri di tengah konflik Timur Tengah

Penerjemah: Genta/Fathur, Tegar Nurfitra
Editor: Arie Novarina
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar