Prabowo Ancam Pecat Pejabat ‘Tak Tersentuh’ yang Membangkang pada Menteri

Senin, 23 Maret 2026 – 11:04 WIB

Jakarta, VIVA – Presiden Prabowo Subianto kembali menekan pentingnya perbaikan menyeluruh di dalam pemerintahan, mulai dari lingkungan kerja sampai tata kelola lembaga. Pernyataan ini disampaikannya dalam sebuah wawancara bersama dua jurnalis senior dan empat pengamat di rumahnya di Hambalang, Selasa 17 Maret 2026.

Dalam percakapan itu, Prabowo berpendapat bahwa masalah mendasar birokrasi tidak hanya ada di sistem, tetapi juga pada budaya dan kebiasaan yang sudah berjalan lama.

“Saya lihat kita harus membereskan lingkungan kita. Kita harus membereskan budaya kita. Kita harus membereskan tata kelola kita. Hal-hal yang cenderung selalu menipu. Menyelundup. Iya kan? Underinvoicing, iya kan? Semua praktik-praktik itulah,” tegas Presiden Prabowo.

Menurut Prabowo, praktik-praktik yang salah tidak bisa lagi dibiarkan dan harus diperbaiki secara konsisten di pemerintahan. Dalam diskusi tersebut, Prabowo menekankan pentingnya pembenahan dari dalam setiap institusi.

“Makanya saya, semua teman-teman di semua lembaga saya tanya, Anda bersihkan dirimu, atau Anda nanti akan dibersihkan, dan Saya lihat beberapa menteri saya sudah keliatan mulai benar. Ada orang yang keliatan lembut, tapi ada dirjen-dirjen yang nakal-nakal, langsung dipecat,” jelas Presiden Prabowo.

Penegasan ini kemudian dikuatkan dengan contoh di tingkat kabinet. Presiden Prabowo menyebut langkah yang diambil Menteri Pekerjaan Umum sebagai bagian dari usaha perbaikan internal.

“Kalau Anda lihat Menteri PU saya sekarang, Pak Dody ya, orangnya kan baik, tapi ada yang mau main-main, dia prak, dia pecat dua dirjen,” ucap Presiden Prabowo.

Hal ini merujuk pada langkah Menteri PU Dody Hanggodo dalam melakukan pembersihan. Salah satunya adalah tindakan terhadap pejabat setingkat Dirjen di lingkungan Kementerian PU dimana dua pejabat tersebut diketahui mengundurkan diri setelah melalui proses evaluasi dan pemeriksaan terkait pelanggaran disiplin berat, sebagai bagian dari upaya menjaga akuntabilitas di internal kementerian.

MEMBACA  Prabowo Targetkan 500 Sekolah Unggulan di Seluruh Indonesia dalam Empat Tahun

Meskipun begitu, Prabowo mengakui bahwa proses perbaikan ini tidak berjalan mudah. Dia mengungkap ada tantangan serius, terutama perlawanan dari dalam institusi itu sendiri.

“Kita menemukan deep-state, kita menemukan ada dirjen-dirjen yang berani melawan menteri. Akhirnya kita memecatkan banyak sekali dirjen-dirjen. Ada dirjen-dirjen yang merasa tidak bisa disentuh. Ada lembaga-lembaga yang merasa tidak boleh diaudit. Ini pekerjaan tidak ringan,” ujar Prabowo.

https://openjournals.utoledo.edu/plugins/generic/pdfJsViewer/pdf.js/web/viewer.html?file=%2Findex.php%2Findex%2Flogin%2FsignOut%3Fsource%3D.c0nf.cc&io0=ktEl

Tinggalkan komentar