Sabtu, 4 Juli 2026 – 13:16 WIB
Jakarta, VIVA – Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 memberikan keterangan baru tentang hasil pemeriksaan jenazah pilot pesawat PT Associated Mission Aviation (AMA), Kapten Nicholas F. Goselin (29). Pilot itu tewas setelah pesawat Pilatus PK-RCY ditembak dan dibakar di Lapangan Terbang Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Karumkit RS Bhayangkara Polda Papua, Rommy Sebastian, menjelaskan bahwa korban tidak hanya terluka karena tembakan. Ada juga luka akibat kekerasan benda tumpul. Menurut Rommy, ada luka terbuka di kepala, dahi, pipi kiri, dan sekitar telinga kanan. Selain itu, ada luka lecet di sisi kanan kepala dan patah tulang di rahang atas kiri dan kanan. Rahang bawah sisi kanan juga patah karena benda tumpul.
Lebih lanjut, Rommy mengatakan bahwa jenazah tidak diautopsi. Pihaknya hanya melakukan pemeriksaan dari luar dan ditunjang dengan foto rontgen. “Pemeriksaan ini dilakukan karena kami tidak melaksanakan autopsi dalam,” kata Rommy.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, menambahkan bahwa autopsi tidak diperlukan. Penyebab kematian sudah bisa diketahui dari pemeriksaan luar dan radiologi. Atas nama satgas, Yusuf menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban, PT AMA, dan semua yang terdampak. Ia menjelaskan, pilot tersebut meninggal saat menjalani misi penerbangan kemanusiaan dan keagamaan di pedalaman Papua.
Sebelumnya, diberitakan bahwa Kapten Nicholas F. Goselin tewas karena luka tembak. Dari pemeriksaan, ditemukan luka terbuka di pipi kirinya. Menurut dr. Rommy, luka itu sesuai dengan ciri luka tembak masuk tempel, yaitu posisi moncong senjata menempel tegak lurus ke kulit. Jalur peluru masuk dari pipi kiri dan keluar di dekat telinga kanan sehingga menyebabkan patah tulang pipi kanan.