Pernyataan Saiful Mujani dan Islah Bahrawi Berpotensi Dinilai Sebagai Ancaman

loading…

Kepala BAIS dari tahun 2011 sampai 2013, Laksda TNI (Purn) Soleman Ponto berpendapat, pernyataan Saiful Mujani dan Islah Bahrawi tentang menjatuhkan pemerintah bisa dilihat sebagai sebuah ancaman. Foto/SindoNews

JAKARTA – Mantan Kepala BAIS periode 2011-2013, Laksda TNI (Purn) Soleman Ponto menilai, pernyataan dari Pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Saiful Mujani dan Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia Islah Bahrawi mengenai penggulingan pemerintah dapat dianggap sebagai ancaman. Alasanya, pernyataan tersebut diduga telah memicu alarm dari sisi keamanan.

“Iya, saya bilang saya tidur saja jadi terbangun karena dengar Youtube itu. Tapi ini kok sangat berani ambil risiko, apa intelijen dianggap tidak ada, terlalu berani, kata-kata itu bertujuan menjatuhkan pemerintahan, apakah ada dukungan di belakang atau tidak, tapi titik fokusnya menjatuhkan, itu sudah membuat semua terbangun,” ujarnya dalam program Rakyat Bersuara bertema Seruan Berujung Laporan, Ada Gerakan Makar? di Channel Youtube Official iNews pada Selasa (14/4/2026).

Sebagai eks Kepala BAIS, ketika mendengar pernyataan Saiful Mujani dan Islah Bahrawi padahal sedang tidur, dia langsung terbangun dari tidurnya. Soalnya, sensor deteksi yang ada pada dirinya sebagai seorang intel telah menangkap sinyal bahaya dari aspek keamanan.

Baca juga: Lagi, Saiful Mujani dan Islah Bahrawi Dilaporkan ke Polisi

“Menanggapi apa yang disampaikan Pak Saiful Mujani dan kawan, saya yang sedang tidur pun jadi terbangun. Artinya, sensor-sensor deteksi dini itu langsung aktif, apa deteksi dini, kata-kata apa, ayo kita tumbangkan, ada kalimat bisakah ditumbangkan, kalau bisa, dalam bahasa kita itu berarti ada niat untuk menumbangkan,” tuturnya.

MEMBACA  Godzilla Melawan Jay Gatsby dan Dracula dalam Komik Baru

Tinggalkan komentar