Pakistan bilang Amerika Serikat dan Iran sudah capai kesepakatan untuk mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz. Ini memberi kelegaan buat ekonomi global setelah lebih dari tiga bulan perang dimulai.
Detail lengkap dari kesepakatan belum ada. Penandatanganan akan dilakukan hari Jumat di Swiss. Belum jelas seberapa cepat selat itu bisa dibuka kembali untuk semua lalu lintas. Sebelumnya, AS bilang akan melonggarkan blokade di pelabuhan Iran seiring pembukaan selat, dan setuju untuk melonggarkan sanksi biar Iran bisa jual lebih banyak minyak dan perkuat ekonominya yang hancur.
Presiden AS Donald Trump konfirmasi bahwa kesepakatan udah tercapai dengan Iran dan dia bilang udah otorisasi akhir dari blokade angkatan laut AS di pelabuhan Iran di Selat Hormuz.
“Selamat untuk semua!” tulisnya di media sosial, tanpa kasih detail. Dia tambahin, “Kapal-kapal Dunia, nyalakan mesin kalian. Biarkan minyak mengalir!”
Media negara Iran melaporkan pernyataan Pakistan setelah sehari di mana Israel, yang dikesampingkan dalam negosiasi, serang pinggiran selatan Beirut dan ancam diskusi yang hampir selesai.
“Kedua belah pihak udah nyatakan penghentian segera dan permanen operasi militer di semua front, termasuk di Lebanon,” kata Pakistan, nambahin bahwa mediator minggu ini akan fasilitasi pertemuan untuk “letakkan dasar bagi pembicaraan teknis.”
Kesepakatan ini sebagian besar kembali ke kondisi sebelum perang, tapi dengan ribuan orang tewas dan Iran punya tekanan negosiasi baru karena kemampuannya ngaruh ke transit selat. Jalur air ini penting banget buat pengiriman minyak, gas alam, produk terkait kayak pupuk, dan penutupan efektifnya mengguncang ekonomi global.
Dari target yang disebut AS dan Israel saat mulai perang pada 28 Februari dengan serangan yang bunuh pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, Tehran masih punya program rudal, dukungan untuk proksi bersenjata di kawasan kayak Hizbullah di Lebanon, dan timbunan uranium diperkaya tinggi untuk program nuklirnya.
Putra Khamenei sekarang jadi pemimpin tertinggi, meskipun dia belum kelihatan di publik sejak perang mulai. Persetujuannya diperlukan buat Iran tanda tangani kesepakatan.
Iran mau gencatan senjata termasuk juga pertempuran di Lebanon, di mana Israel udah dorong invasinya lebih dalam dari titik mana pun dalam seperempat abad terakhir sambil targetin Hizbullah. Tehrai juga cari pembebasan miliaran dolar dalam dana beku.
Kesepakatan yang muncul udah dikritik keras oleh pemerintah Israel, dan oleh kritikus di Partai Republik Trump sendiri. Beberapa bilang, ini nggak lebih baik dari syarat kesepakatan nuklir Iran 2015 yang Trump tarik AS darinya saat masa jabatan pertamanya dan masih gambarkan sebagai “buruk.”
Setelah perang mulai, Iran serang Israel dan beberapa negara Arab Teluk dengan misil dan drone. Gencatan senjata dicapai pada 7 April. Sepuluh hari kemudian, militer AS terapkan blokade. Pertemuan tatap muka bersejarah antara Wakil Presiden JD Vance dan ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf berakhir tanpa sukses.
Selama negosiasi, Trump kadang ancam mau hancurkan infrastruktur Iran, bahkan peradabannya, dan puji hubungan dengan Iran sebagai “lebih profesional” saat pemerintahannya cari jalan keluar dari perang dengan pemilu tengah semester AS akan datang akhir tahun ini.
Pemerintah Iran, dengan ketegangan sendiri sama garis keras sambil berusaha ganti beberapa pejabat top yang tewas dalam perang, udah berulang kali nyatakan kehati-hatian terhadap negosiasi setelah putaran diskusi tahun lalu dan awal tahun ini berakhir dengan serangan AS dan Israel.
Tehran tekanin bahwa mereka mau kesepakatan fokus pada pengakhiran perang, dengan diskusi ditunda nanti soal program nuklirnya — isu yang ada di pusat semuanya.
Iran punya 440,9 kilogram uranium yang diperkaya hingga 60% kemurnian, langkah teknis pendek dari kadar senjata 90%, menurut Badan Energi Atom Internasional.
Iran udah lama bilang program nuklirnya damai dan nggak berkomitmen publik untuk menyerahkan uranium diperkaya, yang diyakini terkubur di bawah tiga situs nuklir yang rusak parah akibat serangan AS tahun lalu.
Kadang, AS cari pemindahan uranium diperkaya dari Iran sebagai bagian dari kesepakatan. Russia nawarin ngambilnya. Di lain waktu, Trump bilang dia mau uraniumnya dimusnahkan.