Rabu, 15 April 2026 – 10:51 WIB
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengkritik keras serangan media sosial dari Presiden AS Donald Trump terhadap Paus Leo XIV. Kritik ini muncul disaat presiden terus melanjutkan perdebatan kata-katanya dengan paus Amerika pertama tersebut.
Meloni — yang merupakan sekutu Trump dan pernah mendukungnya untuk Hadiah Nobel Perdamaian — baru-baru ini mulai menjaga jarak dari pemimpin Amerika itu setelah kekalahan besar dalam referendum bulan lalu.
“Saya anggap pernyataan Presiden Trump tentang Bapa Suci tidak bisa diterima,” kata Meloni dalam sebuah pernyataan yang dilansir Politico, Rabu. “Paus adalah pemimpin Gereja Katolik, dan adalah benar dan pantas bila dia menyerukan perdamaian dan mengutuk segala bentuk peperangan.”
Dalam sebuah unggahan di media sosial akhir pekan lalu, Trump menyayangkan kritik Paus terhadap perang AS-Israel melawan Iran. Dia juga mengklaim, tanpa bukti, bahwa kepresidenannya sendiri yang memungkinkan Leo naik menjadi paus.
Berbicara di luar Gedung Putih pada Senin sore, Trump mengulangi kritiknya terhadap Leo sebagai pemimpin yang “lemah”, dan menambahkan “tidak ada yang perlu disyukuri.”
Retorika agresif Trump terhadap Paus ini menjadi tantangan bagi para pemimpin konservatif dan sayap kanan Eropa seperti Meloni. Basis pemilih mereka biasanya banyak terdiri dari umat Kristen. Lebih dari separuh penduduk Italia mengidentifikasi diri sebagai Katolik.
Meskipun para pemimpin ini punya alasan untuk tetap berada di pihak Trump, khususnya mengingat dukungan pemerintahannya terhadap partai-partai anti-imigran, penurunan popularitas Trump di antara sekutu ideologisnya di Eropa sejak awal 2026 sangat terlihat.
Namun, Trump kemudian menarik kembali unggahannya yang menggambarkan dirinya seperti Kristus yang menyembuhkan orang sakit dengan cahaya, sementara ada gambar elang, jet tempur, dan bendera Amerika di belakangnya. Gambar itu mendapat kritik bahkan dari banyak pendukung setia agenda MAGA-nya, dengan beberapa menyebutnya “penghinaan.”
Trump lalu menghapus unggahan tersebut dan mengatakan kepada wartawan bahwa dia kira dirinya digambarkan sebagai seorang dokter dalam gambar itu.
Wakil Presiden AS JD Vance membela Trump dengan mengatakan unggahan kontroversial yang menggambarkan Presiden Donald Trump sebagai Yesus Kristus itu hanyalah sebuah lelucon.
“Menurut saya, presiden cuma mengunggah sebuah candaan, dan tentu saja dia menghapusnya karena sadar banyak orang tidak paham leluconnya,” kata Vance dalam wawancara dengan Fox News, Senin.
Trump Buka Peluang Lanjutkan Perundingan dengan Iran Kamis Pekan Ini
Italia Bekukan Pakta Pertahanan dengan Israel
AS-Iran Berencana Lanjutkan Negosiasi Putaran Kedua Pekan Ini