Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengatakan, rangakaian perayaan Hari Raya Waisak di Candi Mendut dan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, bukan cuma acara keagamaan bagi umat Buddha tapi juga mendorong ekonomi kreatif dan sektor pariwisata.
Menurutnya, acara ini sudah memberi dampak ekonomi positip bagi bisnis lokal seperti hotel, homestay, restoran, dan kedai kopi.
"Ini bukan sekadar ibadah, tapi juga penggerak ekonomi. Orang datang tidak cuma ke candi, tapi juga belanja di kedai kopi, dan tentu perlu tempat makan," ujar dia, Sabtu.
Dia ingat tahun lalu susah dapat penginapan saat Waisak karna banyak turis dan peziarah. Buat antisipasi tahun ini, dia sudah pesan kamar hotel setahun sebelumnya.
Irene bilang lonjakan okupansi hotel saat Waisak, meski jadi tantangan, menunjukan minat publik yang tinggi. Ditambah homestay di daerah sekitar ikut kebagian keuntungan dari banyaknya pengunjung.
"Kalau hotel penuh, itu happy problem. Artinya banyak yang datang. Sekarang banyak homestay baru dibuka buat tamu," katanya.
Dia juga menyebut ada dampak eknomi serupa di berbagai festival dan event di Yogyakarta, Solo, Semarang, dan Magelang, yang tingkatkan hunian hotel dan dukung masyarakat lokal.
Irene berharap kebersamaan dan gotong-royong terus dijaga biar acara kagamaan dan budaya bisa kasih manfaat lebih luas buat masyarakat.
"Kita harus hidup damai dan kerja sama menuju masa depan lebih baik," kata dia.
Puncak acara Waisak dijadwalkin di Candi Borobudur hari Minggu dengan puluhan ribu umat Buddha dari seluruh Indonesia diprediksi ikut serta.