Pengiriman Surat Suara Awal di Taiwan karena Penutupan Kantor Pos: Jokowi

Jakarta (ANTARA) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan pada Sabtu bahwa Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mempercepat pengiriman surat suara kepada Warga Negara Indonesia di Taiwan karena kantor pos setempat ditutup lebih lama selama liburan.

“Diberitahu sebelumnya bahwa ada kekhawatiran tentang kantor pos yang ditutup lebih lama selama liburan Tahun Baru, jadi surat suara dikirim lebih awal,” katanya.

Setelah menghadiri Rapat Konsolidasi Nasional 2023 untuk Kesiapan Pemilihan 2024 di Gelora Bung Karno, Jokowi mengatakan bahwa ia menyerahkan seluruh penanganan proses teknis masalah ini kepada KPU.

“Ketua KPU akan menjelaskan secara detail teknisnya,” katanya.

Sebelumnya, laporan tentang kedatangan surat suara lebih awal untuk Warga Negara Indonesia di Taipei, Taiwan, menjadi sorotan publik.

Koordinator Penanganan Pelanggaran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Puadi, menjelaskan bahwa pengiriman surat suara dari Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) kepada pemilih hanya boleh dilakukan pada 2-11 Januari 2024, atau 30 hari sebelum hari pemungutan suara, yaitu pada 14 Februari 2024.

Beberapa tim pemenangan calon presiden menuntut penyelidikan terhadap insiden ini yang dianggap telah merusak kepercayaan publik terhadap KPU.

Ketua KPU Hasyim Asy’ari mengatakan pihaknya telah melakukan beberapa tindakan atas kesalahan tersebut, seperti menyatakan surat suara yang dikirim kepada pemilih di Taiwan tidak sah.

Sebagai gantinya, KPU akan mengirimkan surat suara pengganti ke PPLN di Taipei berdasarkan jumlah surat suara yang dikirim kepada pemilih sebelum 2 Januari 2024.

Selanjutnya, surat suara yang belum dikirim akan disampaikan sesuai jadwal pada 2-11 Januari 2024.

Berita terkait: Lebih dari 105 juta pemilih akan memberikan suara untuk pemilihan lokal
Berita terkait: Polisi akan menyelidiki surat suara yang ditemukan di Malaysia: Jokowi

MEMBACA  3.000 Paspampres Menjadi Pelindung Tamu Negara Peserta KTT WWF di Bali, Inilah Pembagian Tugas Mereka