Jakarta (ANTARA) – Pemerintah pusat Indonesia telah menyalurkan bantuan darurat, termasuk puluhan tenda evakuasi dan ratusan paket makanan, kepada warga Kabupaten Tapanuli Tengah di Sumatera Utara yang mengungsi akibat banjir dan tanah longsor yang melanda Pulau Sumatera pada November lalu.
Bantuan tersebut didistribusikan pada 2 Januari sebagai bagian dari Satgas Tanggap Bencana Kementerian ESDM, menurut Wahyudi Anas, Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), yang merupakan anggota satgas tersebut.
“Kami bersyukur atas kesempatan menyerahkan bantuan ini langsung kepada masyarakat,” kata Anas saat penyaluran di desa Hutanabolon, kecamatan Hutta, seperti dikutip dalam keterangan di Jakarta, Senin.
Pemerintah menyediakan 55 tenda evakuasi, 500 paket sembako dan pasokan penting lain yang bertujuan memenuhi kebutuhan mendesak keluarga yang terpaksa mengungsi dari rumah mereka.
Anas menyebut setiap tenda evakuasi dirancang dengan satu area tidur dan ruang komunal yang lebih luas, dengan kapasitas total untuk menampung hingga 330 orang dewasa, memungkinkan pengungsi berlindung dengan aman dan bermartabat.
Selain tenda dan bantuan makanan, satgas juga menyuplai 220 kasur tiup, sebuah generator listrik portabel, dan tenda besar yang ditetapkan untuk dapur umum, lengkap dengan peralatan masak, kompor dan gas elpiji.
Fasilitas sanitasi juga dipasang di lokasi pengungsian, termasuk sistem pemurnian air yang memungkinkan warga menggunakan air sumur dengan aman untuk mencuci, mandi, dan minum.
“Air sumur kini bisa digunakan tidak hanya untuk kebersihan sehari-hari, tapi juga sebagai air minum karena sudah dimurnikan dengan benar,” kata Anas kepada warga.
Berita terkait: Government mobilizes seven water tankers in flood-hit Central Tapanuli
Untuk mendukung anak-anak terdampak bencana, pemerintah membagikan buku, alat tulis, mainan dan makanan ringan untuk membantu meringankan trauma dan menjaga rasa normalitas selama masa darurat.
Wakil Bupati Tapanuli Tengah Mahmud Efendi Lubis menyatakan baik pemerintah pusat maupun daerah tetap berkomitmen penuh untuk mempercepat upaya pemulihan di wilayah terdampak.
“Kami menyaksikan kolaborasi kuat dari banyak institusi dan pemangku kepentingan yang bekerja sama mendukung masyarakat kami,” ujar Lubis, mendorong warga untuk tetap tangguh menghadapi kesulitan.
Penyaluran bantuan ditutup dengan sarapan bersama di lokasi pengungsian, yang melambangkan solidaritas dan dukungan kolektif bagi keluarga yang terdampak banjir dan tanah longsor.
Berita terkait: Sumatra flood: Prabowo inspects public kitchens in Central Tapanuli
Penerjemah: Kelik D, Tegar Nurfitra
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026