Pemerintah Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5,4 Persen pada 2026

Jakarta (ANTARA) – Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan capai 5,4 persen pada tahun 2026. Hal ini disampaikan pejabat pada Selasa, dengan menyebutkan permintaan domestik yang lebih kuat meskipun ada volatilitas keuangan global yang meningkat dan ketegangan geopolitik serta perdagangan yang terus berlanjut.

KSSK merupakan badan lintas lembaga yang bertanggung jawab untuk mencegah dan mengelola krisis system keuangan guna menjaga stabilitas ekonomi. Anggotanya terdiri dari Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, Kepala Otoritas Jasa Keuangan, dan Kepala Lembaga Penjamin Simpanan.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, volatilitas pasar global meningkat pada awal Januari 2026, terutama didorong oleh sengketa dagang dan gesekan geopolitik yang terus membentuk kondisi ekonomi dan keuangan. Pernyataan ini disampaikannya dalam konferensi pers di Jakarta.

Komite menyebutkan pertumbuhan global pada 2026 masih akan terdampak oleh efek tertunda dari tarif impor AS dan rantai pasokan yang rapuh, meskipun prospek AS membaik berkat investasi teknologi, termasuk kecerdasan buatan, dan stimulus fiskal melalui pemotongan pajak.

Pertumbuhan ekonomi di Jepang, China, dan India diperkirakan melambat di 2026 karena permintaan dan ekspor domestik yang lebih lemah, tambah komite, yang menambah ketidakpastian dalam outlook global.

Dari pasar keuangan, ruang untuk pemotongan suku bunga Federal Reserve AS telah menyempit, sementara imbal hasil Treasury AS tetap tinggi sejalan dengan defisit fiskal AS yang masih besar, ujar Purbaya.

“Ketidakpastian di pasar keuangan global juga meningkat, terutama dipicu oleh ketegangan perang dagang dan eskalasi risiko geopolitik yang lebih luas,” katanya.

International Monetary Fund merevisi proyeksi pertumbuhan global menjadi 3,3 persen untuk tahun 2025 dan 2026 dalam World Economic Outlook Januari 2026, lebih tinggi dari proyeksi Oktober 2025.

MEMBACA  Dukung Pembekuan Sementara Sirene, Analis: Pengawalan Sering Disalahgunakan Oknum

Perekonomian Indonesia di 2026 diperkirakan didukung oleh peningkatan permintaan domestik, ditopang oleh kebijakan terkoordinasi antara pemerintah dan institusi anggota KSSK untuk mempertahankan momentum pertumbuhan.

Purbaya mengatakan investasi akan lebih diperkuat melalui peran Badan Pengelola Investasi Danantara dalam memanfaatkan investasi swasta, termasuk di industri hilir sumber daya alam, seiring upaya meningkatkan iklim investasi melalui satuan tugas untuk mempercepat program strategis pemerintah.

Berita terkait: Prospek pertumbuhan Indonesia menarik minat investor di WEF Davos: Menteri

Berita terkait: BI dorong reformasi sistem pembayaran untuk pacu ekonomi digital

Berita terkait: IMF puji ekonomi Indonesia, Prabowo proyeksikan pertumbuhan lebih cepat

Penerjemah: Imamatul Silfia, Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar