Sajid Akram (kanan) dan Naveed Akram, ayah dan anak dari Pakistan yang melakukan penembakan massal di Pantai Bondi, Australia. Foto/via NDTV
SYDNEY – Dua pelaku penembakan massal yang menewaskan 15 orang dalam perayaan Hanukkah di Pantai Bondi, Sydney, Australia, ternyata adalah ayah dan anak. Pejabat intelijen Amerika Serikat (AS) membongkar bahwa mereka berdua berasal dari Pakistan.
Penembakan pada Minggu sore itu, yang sudah dinyatakan sebagai serangan teroris, menjadi penembakan paling mematikan di Australia dalam hampir 30 terakhir. Padahal, Australia sudah punya aturan pengendalian senjata yang sangat ketat.
Salah satu pelakunya, Sajid Akram yang berumur 50 tahun, tewas ditembak polisi. Artinya, total korban jiwa dalam insiden mengerikan ini menjadi 16 orang.
Baca Juga: PM Australia Nyatakan Penembakan Massal Pantai Bondi sebagai Serangan Teroris, 16 Orang Tewas
Pelaku lainya, yaitu putra Akram, Naveed Akram (24), mengalami luka-luka dan sekarang masih dirawat di rumah sakit. Informasi ini disampaikan oleh Komisaris Polisi New South Wales, Mal Lanyon, pada hari Senin (15/12/2025).