Jakarta (ANTARA) – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa konflik Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran belum mengganggu pasokan energi nasional Indonesia, termasuk bahan bakar dalam negeri.
“Sampai saat ini belum ada gangguan,” katanya kepada pers setelah menghadiri rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu.
Meski pasokan energi Indonesia diprediksi aman untuk satu hingga dua bulan ke depan, Lahadalia mengakui bahwa konflik yang berlarut-larut pasti akan berdampak pada rantai pasokan global.
Dalam hal ini, dia menegaskan pemerintah sudah mengantisipasi risiko-risiko ini melalui rapat-rapat Dewan Energi Nasional (DEN).
Dalam rapat tersebut, teridentifikasi bahwa sekitar 25 persen impor minyak mentah Indonesia berasal dari Timur Tengah dan melewati Selat Hormuz yang strategis, yang saat ini dijaga ketat oleh Pasukan Garda Revolusi Islam Iran.
Sebagai bagian dari mitigasi, jelasnya, pemerintah telah mulai mengalihkan sebagian sumber impor minyak mentah ke Amerika Serikat dan negara-negara lain yang tidak menggunakan rute Selat Hormuz.
Menurut dia, kebijakan ini dilaksanakan untuk menjaga stabilitas pasokan jika terjadi gangguan distribusi di zona konflik.
Lebih lanjut, dia meyakinkan bahwa tidak ada masalah pasokan untuk liquefied petroleum gas (LPG) atau elpiji.
Dia juga mencatat bahwa mayoritas impor bensin Indonesia berasal dari Asia Tenggara, bukan Timur Tengah, sehingga relatif tidak terpengaruh oleh situasi geopolitik.
Dengan strategi pengalihan pasokan ini, Menkes Lahadalia menekankan bahwa kondisi energi nasional Indonesia masih aman dan terkendali untuk sementara waktu.
Berita terkait: Indonesia’s energy council meets on Mideast war risks
Berita terkait: No increase in energy import quota under US trade deal: Minister
Berita terkait: Former Indonesian VP warns of fuel risk amid Middle East conflict
*Penerjemah: Andi Firdaus, Raka Adji
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026*