Nusa Dua, Bali (ANTARA) – Beberapa negara tertarik pada pupuk Indonesia akibat krisis geopolitik di Timur Tengah yang mengganggu pasokan urea global, menurut Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.
“Mereka mau impor pupuk dari Indonesia, harganya berapapun tidak masalah,” ujarnya di sela-sela Konferensi Pupuk Asia 2026 di Nusa Dua, Bali, pada Rabu.
Menurut dia, enam negara menunjukkan minat untuk mengimpor pupuk dari Indonesia, termasuk India, Brasil, Australia, dan Filipina.
Sudaryono menjelaskan, konflik Timur Tengah telah mengacaukan rute perdagangan global di Selat Hormuz, termasuk pasokan pupuk. Sekitar 30 persen pupuk dunia melewati jalur air vital ini.
Kondisi ini memicu kenaikan harga yang tajam. Data Trading Economics pada Rabu mencatat harga urea mencapai US$690 per ton, naik dari kisaran US$350–380 di awal Januari 2026.
Di sisi lain, dia menekankan potensi Indonesia dalam menstabilkan pasokan pupuk global setelah pemerintah memastikan ketersediaan pupuk pertanian dalam negeri yang cukup.
Sudaryono menyebutkan, kapasitas produksi pupuk Indonesia saat ini mencapai sekitar 14,5 juta hingga 15 juta ton per tahun. Perusahaan pupuk BUMN, PT Pupuk Indonesia, merupakan salah satu produsen pupuk domestik terbesar yang berkontribusi memasok pasar global.
Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, mengatakan perusahaannya mengekspor rata-rata 1,5 juta hingga dua juta ton pupuk per tahun.
Perusahaan itu mencatat produksi urea per tahun sebanyak 9,4 juta ton, dengan kebutuhan domestik rata-rata sekitar tujuh juta ton.
Dengan realisasi ini, Pribadi memastikan kebutuhan urea domestik aman, sehingga membuka peluang untuk pasar ekspor.
Selain urea, Pupuk Indonesia juga memproduksi rata-rata 4,6 juta ton pupuk nitrogen, fosfat, dan kalium (NPK) per tahun, serta 0,8 juta ton pupuk lainnya per tahun.
Negara-negara mitra ekspor perusahaan ini termasuk Filipina, Jepang, Amerika Serikat, Korea Selatan, Australia, Meksiko, Cina, Thailand, India, Vietnam, dan negara-negara di Asia Pasifik, Timur Tengah, serta Afrika.
Berita terkait: Pemerintah RI cabut 190 izin usaha pupuk karena pelanggaran harga
Berita terkait: Indonesia tingkatkan subsidi pupuk dan perketat pengawasan
Berita terkait: Pemerintah sederhanakan aturan pupuk untuk akses petani
Penerjemah: Dewa Ketut S W, Resinta S
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026