Sabtu, 4 April 2026 – 00:10 WIB
Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, meminta Kepala Staf Angkatan Darat AS Jenderal Randy A. George untuk segera mundur dari jabatannya. Hal ini terjadi di tengah perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Dalam pernyataan yang diunggah di platform X pada Kamis malam, juru bicara Pentagon Sean Parnell mengatakan bahwa George akan pensiun. Namun, tidak dijelaskan alasan dibalik keputusan mendadak ini, terutama dalam situasi perang saat ini. Departemen Pertahanan juga berterima kasih atas puluhan tahun pengabdian Jenderal George.
Pencopotan Kepala Staf AD ini pertama kali dilaporkan oleh CBS. Ini menjadi bagian terbaru dari serangkaian pemecatan pejabat tinggi militer AS sejak Hegseth menjabat pada Januari lalu. Seorang sumber menyebut langkah ini diambil karena Hegseth menginginkan sosok yang bisa menjalankan visinya dan visi Presiden Donald Trump untuk Angkatan Darat.
Menurut laman Al Jazeera, jenderal berusia 61 tahun itu diangkat ke posisi tersebut pada 2023 oleh Presiden Joe Biden. Ia pernah bertugas di Irak dan Afghanistan. Selama menjabat, ia dikenal mendorong efisiensi dan memperkenalkan teknologi baru, seperti drone murah dan sistem penargetan berbasis kecerdasan buatan.
Laporan The New York Times menyebut pencopotan ini berkaitan dengan ketegangan antara George dan Hegseth. Hegseth diketahui menghambat promosi empat perwira dari sebuah daftar. Dua perwira yang dicoret adalah orang kulit hitam dan dua lainnya perempuan, sementara sebagian besar dalam daftar adalah pria kulit putih.
Keputusan ini memicu pertanyaan apakah ada bias ras atau gender. Ketika George meminta pertemuan untuk membahas hal ini dua minggu lalu, Hegseth dilaporkan menolaknya. Isu soal pencopotan George sendiri sudah beredar selama beberapa pekan. Hegseth akhirnya memberitahukan keputusan itu lewat telepon pada Kamis sore waktu setempat.