Surabaya, Jatim (ANTARA) – Indonesia mencatat stok beras nasional tertinggi sepanjang sejarah, yaitu 5,3 juta ton, menurut Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
“Alhamdulillah, hari ini kita mencapai stok tertinggi dalam sejarah, yaitu 5,3 juta ton. Semoga pada akhir bulan bisa terus meningkat jadi 5,5 juta ton. Ini merupakan level tertinggi sejak kemerdekaan,” ujar Amran di sini pada Rabu.
Dia mengatakan, dengan stok yang besar ini, kesejahteraan petani meningkat signifikan, dengan nilai tukar petani tertinggi dalam 33 tahun – menurut data Badan Pusat Statistik (BPS).
Dia juga menyebutkan bahwa PDB sektor pertanian melonjak dari 0,67 persen menjadi 5,7 persen di masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Sekarang naik 5,7 persen, yang tertinggi dalam 25 tahun dan mungkin tertinggi dalam sejarah,” kata Amran.
Sementara itu, mengutip data BPS dan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), dia menyatakan bahwa produksi beras nasional Indonesia sekitar 34,6 juta ton, dengan surplus sekitar 4 juta ton.
Dia membandingkan tingkat stok beras saat ini dengan era Presiden Soeharto pada 1984, ketika Indonesia menerima penghargaan FAO atas stok beras nasionalnya yang mencapai 2,6 juta ton.
Dengan stok beras saat ini lebih dari 5 juta ton, perusahaan logistik milik negara Bulog perlu menyewa tambahan gudang untuk menyimpan stok tersebut.
Langgeng Wisnu Adinugroho, kepala Bulog Wilayah Jawa Timur, mengatakan bahwa pihaknya terus menambah kapasitas pergudangan untuk menampung stok pangan yang semakin meningkat selama musim panen.
Saat ini, Bulog Jawa Timur memiliki 223 gudang, dengan 190 di antaranya gudang sewaan, dari total kapasitas 650.000 ton.
Dia menjelaskan bahwa tingkat okupansi gudang sewaan kini udah mencapai sekitar 80 persen. Jika permintaan gabah dan beras tetap tinggi selama musim panen, Bulog akan menambah gudang sewaan lagi.
Berita terkait: Indonesia punya stok beras kuat di tengah ketidakpastian, El Nino: menteri
Berita terkait: Indonesia capai swasembada di 9 komoditas pangan strategis