Netizen Selidiki Latar Belakang Tyas, Penerima LPDP yang Banggakan Anaknya WNA: Mertua Ternyata Pernah Diperiksa KPK

Sabtu, 21 Februari 2026 – 03:30 WIB

Jakarta, VIVA – Gelombang kritik terhadap Dwi Sasetyaningtyas alias Tyas belum juga redah meski dia sudah minta maaf. Pernyataannya sebelumnya soal kewarganegaraan anaknya yang pegang paspor asing masih jadi perdebatan, bahkan sekarang merambah ke latar belakang keluarganya.

Di tengah banyaknya komentar, beberapa warganet mulai mencari tahu cerita hidup Tyas yang pernah dia bagi di media sosil. Salah satu yang jadi sorotan adalah pengakuannya tentang masa lalu yang katanya penuh perjuangan bersama suaminya. Scroll untuk baca cerita lengkapnya, yuk!

“Mba Sasetyaningtyas bilang dia dan suami itu hidup susah dulu,” tulis akun @birkindust_ di Thread, dikutip Sabtu 21 Februari 2026.

Unggahan itu kemudian dilanjut dengan hasil pencarian mandiri yang klaim nemuin identitas ayah mertua Tyas. Warganet itu menduga ada perbedaan antara cerita hidup sederhana ala Tyas dengan latar belakang keluarga suaminya.

“Gue nemu kalo ternyata mertua alias bokap suaminya itu pejabat tinggi di kementrian ya?” lanjut akun itu dengan nada sinis.

Nama yang dimaksud adalah Syukur Iwantoro. Dari jejak karirnya, dia dikenal sebagai birokrat senior yang pernah menjabat beberapa posisi strategis di sektor pertanian. Syukur Iwantoro tercatat pernah jadi Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian dan juga Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Sorotan netizen tidak berhenti di situ. Warganet juga mengungkit bahwa sang mertua pernah dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai saksi dalam beberapa kasus.

“Mana langganan (dipanggil) KPK lagi,” tambah akun tersebut sambil mengunggah screenshot berita terkait.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Syukur Iwantoro pernah diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap impor bawang putih tahun 2019 dan kasus suap impor daging sapi tahun 2013. Statusnya waktu itu adalah saksi, bukan tersangka.

MEMBACA  Layar Legion Go 2 yang Memukau Hampir Saja Melupakan Harganya

Tinggalkan komentar