loading…
PM Israel Benjamin Netanyahu akan ikut serta dalam Dewan Perdamaian yang dibuat Presiden AS Donald Trump, walau punya status sebagai penjahat perang di Gaza. Foto/GPO Israel
TEL AVIV – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sudah terima undangan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk bergabung dengan “Dewan Perdamaian”.
Kantor Netanyahu umumkan di media sosial hari Rabu bahwa pemimpin rezim Zionis itu akan ikut dalam inisiatif tersebut, meski Mahkamah Pidana Internasional (ICC) telah mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk dia atas tuduhan kejahatan perang di Gaza.
Yang disebut “Dewan Perdamaian” ini dibentuk Trump sebagai bagian dari fase kedua kesepakatan gencatan senjata Israel dengan Hamas, untuk mengakhiri perang brutal Israel di Gaza.
Baca Juga: Trump Jual Kursi Dewan Perdamaian Gaza Seharga Rp16,9 Triliun
Beberapa pemimpin dunia telah diundang untuk bergabung dengan badan ini. Menurut Trump, dewan akan mengawasi pembangunan kapasitas pemerintahan, hubungan regional, rekonstruksi, daya tarik investasi, pendanaan skala besar, dan mobilisasi modal di Gaza.
Netanyahu terima posisi di dewan tersebut walaupun kantornya sebelumnya pernah mengkritik susunan komite eksekutifnya, yang memasukkan saingan regional Israel; yaitu Turki.