Menyebarkan Kehangatan Ramadan, Kementerian BUMN dan Bank Mandiri Mengadakan Pasar Murah

or

Menyebarkan Suasana Ramadan yang Hangat, Kementerian BUMN dan Bank Mandiri Menggelar Pasar Murah

Kementerian BUMN dan Bank Mandiri mengadakan pasar murah melalui program ‘Safari Ramadan BUMN 2024’. Foto: dok. Bank Mandiri

jpnn.com, PADANG PARIAMAN – Kementerian BUMN kembali menyelenggarakan ‘Safari Ramadan BUMN 2024’, sebuah kegiatan berbagi selama bulan suci umat Islam. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari rangkaian acara dalam rangka menyambut 26 tahun Kementerian BUMN.

Dalam kegiatan ini, Kementerian BUMN dan perusahaan BUMN di seluruh Indonesia akan menjual 1.000 paket sembako murah per titik, berupa beras, gula, dan minyak. Menteri BUMN Republik Indonesia, Erick Thohir, menjelaskan bahwa program ini sesuai dengan arahan Presiden RI Joko Widodo untuk menjaga ketersediaan bahan pangan dengan harga terjangkau di tengah masyarakat, sebagai respons atas badai El Nino yang menyebabkan kenaikan harga bahan pangan di berbagai wilayah.

“Kementerian BUMN mengambil bagian dalam momentum Ramadan untuk menyalurkan bahan pokok yang lebih murah kepada masyarakat dan sekaligus berbagi kehangatan dan kebersamaan di tengah bulan suci Ramadan,” ujar Erick dalam keterangannya pada Selasa (2/4).

Dalam program ini, Kementerian BUMN bersama perusahaan BUMN akan menyediakan paket sembako berupa beras 5 Kg, 1 liter minyak goreng, dan 1 liter gula dengan harga Rp 50.000.

Kegiatan ini akan diselenggarakan di 40 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia. Di wilayah Lombok, Bank Mandiri turut serta dalam kegiatan ini yang dihadiri oleh RCEO Bank Mandiri II/Sumatera 2 Azahari Fikri bersama para insan Mandirian.

“Keberadaan bazar sembako murah ini memberikan kesempatan kepada warga untuk memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau di bulan Ramadan ini,” ungkap Winardi di lokasi penjualan sembako murah Safari Ramadan 2024.

Kementerian BUMN dan Bank Mandiri menggelar pasar murah melalui program ‘Safari Ramadan BUMN 2024’.

MEMBACA  Pertengkaran Fatal Membangunkan Sahur, Satu Jiwa Hilang