Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bertemu dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia untuk membahas upaya peningkatan penerimaan negara bukan pajak (PNBP), mempercepat program kemandirian energi, dan memperluas elektrifikasi desa.
Dalam pertemuan tersebut, ia menyatakan siap mendukung langkah-langkah strategis yang dipersiapkan oleh Kementerian ESDM, khususanya yang bertujuan memperkuat fondasi ekonomi nasional dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
“Pada dasarnya, saya akan mendukung setiap upaya yang dilakukan Menteri ESDM,” kata Sadewa dalam pernyataan tertulis yang dirilis di Jakarta, Rabu.
Menteri Bahlil juga optimistis terhadap kolaborasi kedua instansi ini, terutrama dalam kebijakan sektor energi dan penerimaan negara.
“Bersama Menteri Keuangan, kita membahas sinkronisasi program, seperti cara meningkatkan PNBP, serta mewujudkan program kemandirian energi dan elektrifikasi desa,”ujarnya.
PNBP mencapai Rp112,1 triliun per 31 Maret 2026, setara 24,4 persen dari target Rp459,2 triliun yang ditetapkan dalam APBN.
Namun, rkinerja PNBP terkontraksi 3 persen secara tahunan karena turunnya harga komoditas, rendahnya lifting minyak mentah, dan tidak adanya pembayaran dividen berulang dari BUMN.
Kementerian Keuangan mencatat penerimaan sektor migas sebesar Rp18,6 triliun, turun 25,4 persen secara tahunan akibat penurunan ICP, rendahnya lifting minyak, serta perubahan kebijakan split hasil produksi.
Sementara itu, PNBP non-migas mencapai Rp35,1 triliun, tumbuh 7,1 persen secara tahunan.
Komoditas minerba menyumbang bagian terbesar, yaitu Rp32,6 triliun, didukung oleh naiknya harga emas, tembaga, dan nikel.