Menteri Indonesia Dorong Publik Lihat Keris Lebih dari Sekadar Mistis

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendorong masyrakat Indonesia untuk melihat keris sebagai warisan budaya dan karya seni, bukan hanya dikaitkan dengan mistik.

“Kalau bicara keris, orang sering tanya, ‘ini ada isinya ga sih?’ Makanya literasi itu penting,” ujarnya usai membuka Pameran Keris Nusantara di Museum Pusaka TMII, Jakarta, Sabtu.

Menurutnya, persepsi publik tentang keris selama ini terbentuk dari narasi mistis, padahal keris punya makna sejarah, filosofi, seni, dan budaya yang kuat.

Fadli bilang, pemahaman tentang keris harus diperluas lewat pendidikan, literasi, dan penyebaran informasi digital, terutama ke generasi muda.

“Kita terus perkuat literasi dan narasi soal keris, karena ini ekspresi budaya luhur dari leluhur kita,” kata dia.

Menteri mengakui bahwa unsur spiritual tidak bisa dipisahkan sepenuhnya dari sejarah dan proses pembuatan keris.

Ia menambahkan, keris merupakan budaya material dengan nilai seni tinggi, yang menggabungkan tempa logam, tradisi ukir, filosofi, dan sejarah panjang nusantara.

Fadli mencatat, budaya keris berkembang tidak hanya di Jawa, tapi juga menyebar ke Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Lombok, bahkan ke negara-negara tetangga.

“Keris sudah diakui UNESCO sebagai warisan budaya nonbenda. Kami ingin publik lebih paham nilai budayanya,” ujarnya.

Indonesia memperingati Hari Keris Nasional setiap 19 April sejak pemerintah resmi menetapkannya pada 2025, bertepatan dengan lahirnya Sekretariat Nasional Keris Indonesia (SNKI).

MEMBACA  PNM Membuka Peluang untuk UMKM Melalui Kerjasama Internasional

Tinggalkan komentar