Jakarta (ANTARA) – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mendorong Koperasi Desa Merah Putih untuk aktif membeli komoditas pangan produksi lokal saat harganya turun. Hal ini untuk melindungi pendapatan masyarakat dan menjaga stabilitas pasokan pangan.
“Koperasi Desa Merah Putih harus jadi pusat distribusi. Kalau beras tidak dibeli, koperasi yang beli. Kalau ikan atau telur tidak laku, koperasi yang membelinya,” ujarnya dalam pernyataan di Jakarta, Jumat.
Saat inspeksi langsung ke Koperasi Desa Merah Putih Endang Rejo di Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung, pada Kamis (26 Februari), dia menekankan bahwa koperasi desa tidak hanya harus menjual barang-barang pokok.
Dia mengatakan koperasi harus bertindak sebagai jembatan antara petani, peternak, dan nelayan dengan pasar yang lebih luas.
“Di sinilah pasokan didistribusikan, termasuk untuk memenuhi kebutuhan Unit Layanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makanan Bergizi Gratis,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, Hasan juga menyampaikan apresiasi kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang mendukung pembangunan fisik Koperasi Desa Merah Putih Endang Rejo. Dia menyebutnya sebagai upaya bersama untuk mempercepat pembangunan desa.
Dia menjelaskan bahwa koperasi desa dapat berfungsi sebagai mekanisme stabilisasi harga di tingkat desa saat kelebihan pasokan menekan harga produsen.
Menteri itu juga menyerukan pengelolaan koperasi yang profesional dan akuntabel melalui pelatihan manajemen dan perekrutan staf tetap.
Secara nasional, pemerintah menargetkan pembangunan 30.000 gedung Koperasi Desa Merah Putih selesai pada Mei atau Juni 2026 sebelum mereka beroperasi penuh.
Per 5 Februari 2026, sekitar 680 gedung telah selesai dibangun, sebagian besar berlokasi di Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat.
Berita terkait: Prabowo targetkan 60.000 koperasi desa pada akhir 2026
Berita terkait: Indonesia integrasikan bantuan dan program koperasi untuk kurangi kemiskinan
Penerjemah: Aria Ananda, Raka Adji
Editor: Primayanti
Hak Cipta © ANTARA 2026