Menteri Dorong Desa Ekspor untuk Pacu Ekonomi Papua Barat

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Indonesia siap membantu mempercepat pembangunan desa di Papua Barat dengan mengoptimalkan pelaksanaan berbagai program, termasuk inisiatif desa ekspor.

“Desa sekarang bisa langsung melakukan ekspor melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes),” ujar Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto saat menerima Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan di kantor kementerian, Rabu.

Sejalan dengan itu, Susanto mendorong pemerintah provinsi Papua Barat untuk memetakan secara menyeluruh potensi desa-desa yang bisa dikembangkan untuk kegiatan ekspor.

Selain desa ekspor, menteri mencatat bahwa program desa wisata juga bisa mempercepat pembangunan pedesaan. Dia meminta gubernur untuk menetapkan satu desa sebagai proyek percontohan pengembangan desa wisata.

Dia juga mendorong pemerintah provinsi untuk ikut serta dalam mengembangkan desa tematik yang disesuaikan dengan potensi unik setiap desa.

“Papua Barat juga menjadi lokus program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) di Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Fakfak, dan Kaimana, yang mencakup 185 kampung,” jelasnya.

Sebelumnya dalam pertemuan itu, Gubernur Mandacan memaparkan beberapa program prioritas yang memerlukan intervensi dari kementerian di tujuh kabupaten, 91 distrik, 57 kelurahan, dan 817 desa.

“Kami memprioritaskan penguatan ekonomi desa berbasis potensi lokal. Selain itu, ada program di sektor pendidikan dan kesehatan,” ucapnya.

Mandacan juga menyampaikan bahwa provinsi telah mempersiapkan program untuk meningkatkan kapasitas perangkat desa dan warga, bersama dengan pembangunan infrastruktur pedesaan dan inisiatif yang menargetkan daerah tertinggal.

Sementara itu, Menteri Susanto menanggapi positif proposal-proposal tersebut, dan mencatat bahwa hal itu sejalan dengan agenda “12 Aksi Prioritas Membangun Desa, Membangun Indonesia”.

Berita terkait: Menteri desa desak prioritas pembangunan infrastruktur di Papua

MEMBACA  Inggris akan merekrut 100 petugas intelijen dalam upaya untuk mengembalikan lebih banyak klaim suaka yang gagal.

Berita terkait: Indonesia upayakan sinkronisasi pembangunan di Papua

Berita terkait: Daerah Papua terima dana otonomi khusus kuartal pertama 2026

Penerjemah: Tri, Kenzu
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar