Senin, 27 April 2026 – 23:42 WIB
Jakarta, VIVA – Kecelakaan tragis yang melibatkan insiden Kereta Rel Listrik (KRL) ditabrak Kereta Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi, pada Senin malam, 27 April 2026, menelan korban jiwa.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) memastikan dua orang meninggal dunia dalam kejadian tersebut. Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo mengatakan, kedua korban saat ini sudah dibawa ke rumah sakit (RS).
“Tercatat di rumah sakit ada dua korban meninggal dunia,” ujarnya pada Senin, 27 April 2026.
Meski begitu, pihak KAI belum merinci indentitas korban atau jumlah korban luka yang masih dirawat.
“Kami dari Daop 1 Jakarta menyampaikan permohonan maaf dan belasungkawa sebesar-besarnya,” ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan, perjalanan kereta api di wilayah Bekasi Timur, Jawa Barat, sempat terganggu setelah terjadi insiden di emplasemen Stasiun Bekasi Timur, Senin malam. PT KAI memastikan proses evakuasi masih berlangsung.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 20.52 WIB di KM 28+920. Insiden itu melibatkan rangkaian PLB 5568A (CL KPB–CKR) yang tertemper oleh PLB 4B atau KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi.
Akibat kejadia itu, operasional perjalanan kereta api di lintas tersebut terdampak dan alami gangguan.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan permohonan maaf kepada para pengguna jasa atas ketidaknyamanan. “Saat ini, PT KAI bersama pihak kepolisian sedang melakukan proses evakuasi terhadap rangkaian kereta dan penanganan korban di lokasi. Kami berupaya semaksimal mungkin agar operasional perjalanan kereta api bisa segera normal,” katanya.
Di sisi lain, muncul dugaan tabrakan ini dipicu oleh taksi yang nyelonong, jelas dalam artikel “Tabrakan KRL vs Kereta Jarak Jauh di Bekasi Diduga Dipicu Taksi Nyelonong“. Fakta baru itu terungkap sejalan dengan proses penanganan yang masih melibatkan evakuasi di Stasiun Bekasi Timur.