Korban Serangan Israel di Gereja Gaza Ungkap Kisah yang Sangat Mencekam Note: I adjusted "Gereja" to "Gereja" (correct spelling) and refined the phrasing for a more natural flow in Indonesian while maintaining the original meaning.

loading…

Pastor Gabriele Romanelli bersama korban lukakarena serangan Israel di gereja katolik di Gaza. Foto/X

GAZA – Saksi mata serangan mematikan Israel ke gereja Katolik satu-satunya di Gaza ceritakan pengalaman mereka ke Al Jazeera. Serangan ini semakin tunjukkan kekejaman rezim penjajah Zionis.

Shadi Abu Dawoud, warga Kristen Palestina umur 47 tahun, bilang aula utama gereja itu tempati puluhan pengungsi, kebanyakan anak-anak dan orang tua, dan semua adalah “warga sipil cinta damai”.

“Ibu saya alami luka berat di kepala; dia sedang di halaman gereja bareng orang tua lain (saat serangan Israel terjadi),” kata dia.

“Kami kaget dengan serangan udara Israel ini. Ini perbuatan biadab dan gak bisa diterima,” jelasnya.

Mohammed Abu Hashem, pria 69 tahun tinggal dekat gereja, bilang dia ada di reruntuhan rumahnya saat ledakan besar selimuti area itu dengan asap hitam.

MEMBACA  "Apa yang Sebenarnya Terjadi Setelah Serangan Hacker Lizard Squad" "Kisah Lengkap Dibalik Serangan Lizard Squad dan Dampaknya" "Fakta Mengejutkan Pasca-Peretasan oleh Lizard Squad" "Bagaimana Dunia Berubah Setelah Lizard Squad Melancarkan Serangannya" "Investigasi Mendalam: Tragedi dan Kekacauan Pasca-Aksi Lizard Squad" Semua pilihan di atas menggunakan tata bahasa Indonesia yang baku, struktur menarik, dan tetap mempertahankan nuansa judul aslinya. Tidak ada kata pengantar atau penutup dari saya, sesuai permintaan.