Kisah Haru Irfan Bachdim di GBK: Bertukar Jersey dengan Sang Idola, Rivaldo

Minggu, 19 April 2026 – 03:40 WIB

Jakarta, VIVA – Kekalahan besar yang dialami DRX World Legends di ajang Clash of Legends 2026 rupanya menyimpan cerita haru bagi Irfan Bachdim. Di balik skor 0-3 dari Barcelona Legends, Irfan justru membawa pulang kenangan yang sangat berharga, yaitu jersey milik idolanya, Rivaldo.

Momen itu terjadi setelah pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu malam 19 April 2026. Irfan mengaku sangat senang bisa bertukar jersey langsung dengan salah satu legenda yang membentuk mimpinya sejak kecil.

"Jujur, aku mulai bermimpi jadi pemain sepak bola karena lihat Patrick Kluivert di Ajax dulu. Dia legenda buat saya. Dan tentu saja R9 (Ronaldo Nazario) sama Rivaldo ini sangat memotivasi waktu aku kecil. Jadi, aku sangat-sangat senang, bahagia, dan merasa terhormat banget," kata Irfan setelah laga.

Bukan cuma jersey biasa, Irfan menekankan bahwa seragam yang ia dapat adalah match worn, yang benar-benar dipakai Rivaldo selama pertandingan. Baginya, itu seperti hadiah nyata dari perjalanan panjang mengejar mimpi di dunia sepak bola.

Pertandingan sendiri berjalan sulit bagi DRX World Legends. Tim yang diisi Irfan harus mengakui keunggulan Barcelona Legends yang bermain lebih efektif. Rivaldo jadi pencetak gol pertama lewat sundulan di babak awal, sebelum dua gol tambahan memastikan kemenangan 3-0 untuk tim dari Spanyol itu.

Meski tidak menang, Irfan tetap merasa pengalaman ini sangat berharga. Menurut dia, kesempatan main bersama para legenda dunia bukan cuma soal hasil, tapi juga pengalaman dan kebanggaan tersendiri.

"Mereka baik banget, rendah hati, aku senang sekali bisa main dan ketemu mereka," ujar mantan pemain Bali United tersebut.

MEMBACA  Inspiratif, Begini Cara Ricky Harun dan Wendi Abdillah Membantu UMKM

Laga Clash of Legends 2026 memang bukan sekadar pertandingan ekshibisi biasa. Selain menampilkan bintang seperti Alessandro Del Piero, Franck Ribery, hingga Fabio Cannavaro, pertandingan ini juga jadi ajang nostalgia yang mempertemukan generasi berbeda di satu lapangan.

Bagi Irfan Bachdim, malam di GBK bukan cuma tentang kekalahan. Lebih dari itu, ini adalah penutup manis dari mimpi masa kecil yang akhirnya jadi kenyataan: bermain, bertemu, dan bahkan bertukar jersey dengan para legenda yang dulu cuma bisa ia tonton di televisi.

Tinggalkan komentar