Indonesia dan Austria Perluas Kemitraan Pendidikan dan Riset

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Indonesia bersama Kedutaan Besar Austria di Jakarta mengeksplorasi peluang untuk memperkuat kolaborasi dalam penelitian dan pendidikan tinggi.

Dalam pertemuan di Jakarta pada Kamis (16 April), kedua belah pihak membahas peningkatan program yang sudah ada, termasuk pertukaran mahasiswa dan dosen, inisiatif beasiswa, serta kemitraan antar universitas.

Menteri Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Brian Yuliarto menekankan peran strategis pendidikan tinggi dalam mendukung agenda prioritas nasional, khususnya dalam memajukan hilirisasi, industrialisasi, dan sektor kunci seperti energi berkelanjutan.

“Kami punya program prioritas sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Ini bisa dijalankan lewat inisiatif universitas, bukan hanya untuk tujuan akademis tapi juga memastikan penelitian memberi dampak nyata bagi industri,” ujarnya dalam pernyataan pada Sabtu.

Dia menegaskan kembali komitmennya untuk memperluas kemitraan global guna meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dan penelitian Indonesia.

Dia menambahkan bahwa kerjasama internasional juga harus berkontribusi langsung pada pembangunan ekonomi berbasis inovasi di negara ini.

Sementara itu, Kuasa Usaha ad interim Austria untuk Indonesia, Michael Wislocki, menyatakan apresiasi atas kemitraan yang telah berlangsung lama dan menegaskan komitmen Austria untuk lebih memperkuat kerjasama, termasuk melalui perluasan jejaring akademik dan peningkatan mobilitas mahasiswa.

Dia mencatat bahwa kerjasama pendidikan tinggi antara Austria dan Indonesia telah dimulai sejak tahun 1991.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga mengeksplorasi peluang untuk kolaborasi lebih konkrit melalui proyek bersama di sektor transisi energi, termasuk teknologi baterai, semikonduktor, dan sistem konversi energi.

Pembahasan juga mencakup upaya meningkatkan kualitas pendidikan vokasi serta mengembangkan penelitian yang selaras dengan kebutuhan industri.

Kolaborasi ini diharapkan dapat mengintegrasikan universitas, industri, dan pemerintah dalam satu kerangka yang berkelanjutan.

MEMBACA  Mengapa Kita Perlu Memperhatikan Penggunaan AI oleh Pengacara, Auditor, dan Akuntan

Sebagai tindak lanjut, kedua belah pihak sedang mengeksplorasi skema kerjasama yang lebih terintegrasi, termasuk proyek bersama skala besar yang menggabungkan pendidikan, penelitian, dan pendanaan antar pemerintah.

Berita terkait: Indonesia dan Austria tingkatkan keterampilan vokasi Banyuwangi setara standar EU

Berita terkait: Indonesia incar Jerman dan Austria untuk perjanjian kerja dan magang baru

Penerjemah: Sean Filo, Raka Adji
Editor: Primayanti
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar