Kamis, 23 April 2026 – 04:08 WIB
Sebuah kisah unik pernah terjadi di Liga Inggris. Seorang bos klub menjual suaminya sendiri. Ya, dia adalah Karren Brady, sosok yang dijuluki First Lady of Football.
Karren Brady bukan orang sembarangan di dunia sepakbola Inggris. Dia pernah kerja di dunia periklanan sebelum akhirnya direkrut David Sullivan, yang mengajaknya terlibat lebih dalam hingga menyelamatkan Birmingham City dari kebangkrutan di tahun 1993.
Dengan kepemimpinannya selama 16 tahun, klub itu berubah dari hampir bangkrut menjadi aset bernilai puluhan juta poundsterling. Meski sukses di Birmingham, perjalanan Brady tidak selalu mulus.
Sebagai perempuan di dunia sepak bola, Brady sering jadi target komentar seksis. Salah satu momen paling terkenal adalah saat seorang pemain menghinanya secara verbal. Tanggapan Brady singkat dan tajam: dia mengancam akan jual pemain tersebut, dan benar, tak lama kemudian pemain itu benar-benar dijual.
Di balik ketegasannya, Brady juga punya cerita unik. Dia pernah bikin publik geleng-geleng kepala karena keputusan bisnisnya yang tak biasa: membeli dan menjual suaminya sendiri, dan untung.
Dia menikah dengan mantan striker Birmingham, Paul Peschisolido, pada 1995. Yang menarik, meski menikahi pemain sendiri, Brady tetap profesional. Dia bahkan pernah menjual suaminya sendiri dalam urusan transfer—bukan cuma sekali, tapi dua kali.
Dalam dokumen resmi Birmingham City, tercatat jelas bagaimana klub itu membeli Paul Peschisolido pada 28 Maret 1996 dengan harga £400 ribu, lalu melepasnya hanya beberapa bulan kemudian, tepatnya 22 Juli 1996, seharga £550 ribu.
Transaksi itu tentu saja menghasilkan keuntungan. Sebuah langkah bisnis yang terdengar aneh, tapi efektif.
Tapi, tidak semua keputusan finansial Brady berjalan lancar. Dalam dokumen yang sama disebutkan bahwa klub juga pernah membeli properti milik Brady pada 1995 seharga £157 ribu—sesuai harga pasaran saat itu. Properti itu kemudian dijual lagi, tapi malah mengalami kerugian sebesar £4 ribu.
Meski begitu, kisah "jual beli suami" tetaplah jadi salah satu cerita paling ikonik dalam perjalanan karir Brady di sepak bola.