Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan pada Rabu bahwa ekonomi digital Indonesia berpotensi tumbuh hingga US$600 miliar melalui ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA).
“Dengan DEFA ASEAN yang rencananya mau kita tandatangani tahun ini, potensi kita bisa ningkat sampai US$600 miliar,” ujar Airlangga sehabis membuka program pelatihan semikonduktor di Jakarta.
DEFA ASEAN bertujuan untuk memperkuat integrasi digital regional melalui perdagangan digital, konektivitas lintas batas, tata kelola data, dan pengembangan ekosistem teknologi di Asia Tenggara.
Airlangga mengatakan, saat ini proyeksi ekonomi digital Indonesia mencapai US$400 miliar pada 2030, dengan potensi pertumbuhan yang lebih besar lewat integrasi regional yang lebih dalam.
Dia menambahkan, pengembangan semikonduktor makin penting karena cip menjadi dasar industri seperti otomotif, elektronik, pusat data, dan internet untuk segala.
Menurut Airlangga,, pemerintah sudah mulai memperkuat ekosistem semikonduktor dalam negeri melalui pengembangan bakat dan kemitraan dengan perusahaan teknologi global.
Satu inisitiatif melibatkan kerja sama antara dana kekayaan negara Indonesia, Danantara, dengan Arm Ltd., perancang arsitektur cip asal Inggris.
“Program pelatihan Danantara dengan Arm baru aja dimulai sebagai bagian dari usaha mempercepat integrasi ke dalam ekosistem semikonduktor dan elektronik global,” katanya.
Lebih lanjut, Airlangga menyebut industri semikonduktor global diproyeksikan mencapai US$1,5 triliun, didorong oleh kecerdasan buatan dan pertumbuhan infrastruktur digital.
Dia menekankan Indonesia punya beberapa keuntungan di sektor ini, termasuk populasi sekitar 285 juta jiwa, ekonomi digital yang terus berkembang, serta sumber daya mineral strategis yang melimpah.
Indonesia saat ini mulai memasuki rantai pasokan semikonduktor lewat kegiatan perakitan, pengujian, dan pengemasan, sambil memperkuat tenaga kerja teknologinya.
Program pelatihan semikonduktor Danantara-Arm diikuti oleh 1.000 peserta yang terpilih dari sekitar 4.500 pendaftar melalui saluran rekrutmen digital.
Pemerintah menargetkan bisa mengembangkan 15.000 insinyur semikonduktor dalam tiga tahun ke depan untuk memperkuat ekosistem industri cip dalam negeri Indonesia.