Kesepakatan Bisnis Indonesia-Belarus Capai Rp7 Triliun di Minsk

Jakarta (ANTARA) — Para pelaku bisnis Indonesia dan Belarusia sepakat untuk menjalin komitmen kerjasama melalui lima Nota Kesepahaman (MoU) senilai total Rp7 triliun (setara US$397,6 juta) dalam Pertemuan Komisi Bersama Indonesia-Belarusia ke-8 di Minsk, Belarusia.

Lima MoU tersebut mencakup kolaborasi antara PT Pupuk Indonesia dengan Nedra Nezhin, PT Indonesia Belarus Jaya dengan OJSC Minsk Dairy Plant No. 1, PT Indonesia Belarus Jaya dengan Energi Complekt, PT Indonesia Belarus Jaya dengan OJSC Dolomite, serta PT Indonesia Belarus Jaya dengan Belindo Trade.

Perjanjian kemitraan ini ditandatangani bersamaan dengan Notulen Kesepahaman Komisi Bersama Indonesia-Belarusia untuk Kerjasama Ekonomi, yang disahkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia Airlangga Hartarto dan Wakil Perdana Menteri Belarusia Viktor Karankevich.

“Kesepahaman yang dicapai dalam Komisi Bersama ini harus diterjemahkan ke dalam langkah-langkah kongkret yang memberikan dampak langsung pada peningkatan hubungan ekonomi antara Indonesia dan Belarusia,” kata Hartarto dalam pernyataan resmi di Jakarta pada Jumat (15 Mei).

Dalam pertemuan tersebut, kedua negara membahas berbagai bidang kerjasama, termasuk perdagangan, investasi, industri, pertanian dan ketahanan pangan, kehutanan, perbankan, kesehatan, pendidikan, sains dan teknologi, budaya, olahraga, serta sektor pariwisata.

Sementara itu, Karankevich menegaskan kembali komitmen Belarusia untuk memperkuat kerjasama dengan Indonesia, terutama di bidang industri, pertanian, dan teknologi, sekaligus memperluas peluang kolaborasi bagi para pelaku usaha di kedua negara.

MEMBACA  Selayaknya Kapolri Lebih Dulu Disebut, Baru Panglima

Tinggalkan komentar