Beijing (ANTARA/PRNewswire) – Kerja sama di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian antara Tiongkok dan Laos semakin meningkat. Tahun 2025 menjadi tahun kemajuan nyata, dari tahap perencanaan di laboratorium hingga dampak langsung di lapangan.
Kolaborasi ini berpusat pada Laboratorium Bersama Tiongkok-Laos untuk Keamanan Hayati Tanaman, yang dipimpin bersama oleh Institut Perlindungan Tanaman dari Akademi Ilmu Pertanian Tiongkok (IPPCAAS) dan Departemen Pertanian (DOA), Kementerian Pertanian dan Kehutanan Laos. Dalam setahun terakhir, laboratorium bersama ini telah menyempurnakan pengaturannya, menetapkan titik kontak tetap di kedua belah pihak, dan menyiapkan perjanjian tambahan mengenai radar serangga beresolusi tinggi yang saat ini sedang melalui proses regulasi di Laos. Pihak Laos juga telah menyelesaikan tata letak fungsional untuk fasilitas laboratorium baru, termasuk ruang tinggal dasar bagi ilmuwan yang bertugas, agar tim teknis dapat bekerja dan merespons langsung di lokasi.
Di lapangan, kerja sama fokus pada membangun sistem yang langsung membantu petani. Di Laos bagian tengah dan selatan, stasiun perangkap cahaya pintar telah dipasang di lima provinsi pertanian inti—Vientiane, Bolikhamxay, Khammouane, Savannakhet, dan Champasak—untuk memantau hama utama pada tanaman jagung dan padi.
Demonstrasi lapangan menghubungkan alat-alat ini dengan produksi sehari-hari. Di sekitar Vientiane dan distrik-distrik terdekat, tim Tiongkok-Laos telah menyiapkan lahan percontohan padi dan jagung yang membandingkan pengendalian hayati, pengendalian kimia konvensional, dan paket pengelolaan hama terpadu (PHT). Percobaan berdampingan ini memungkinkan petugas lapangan dan petani melihat bagaimana pilihan berbeda memengaruhi kehilangan hasil panen, tenaga kerja, biaya input, dan keamanan, serta memilih kombinasi yang sesuai dengan kondisi lokal dan kebutuhan pasar.
Pengembangan kapasitas dan komunikasi telah menjadi ciri khas kemitraan ini. Pada tahun 2025, para ahli dari Tiongkok dan Laos bersama-sama menggelar empat sesi pelatihan praktik terkait situs pemantauan baru. Pelatihan ini meliputi operasi dan perawatan perangkap cahaya, penanganan sampel, identifikasi hama, dan pencatatan data dasar, serta menjangkau lebih dari 60 teknisi tingkat provinsi, distrik, dan lapangan. Laboratorium bersama ini juga bekerja sama dengan Universitas Nasional Laos untuk merekrut dan membimbing magang lokal, memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa dalam penelitian pertanian terapan dan manajemen data. Agar kerja sama lebih terlihat, panel informasi bilingual tentang mandat laboratorium bersama, situs pemantauan, dan plot demonstrasi telah dibuat. Televisi Nasional Laos juga telah meliput kegiatan ini melalui berita dan saluran online-nya.
Secara keseluruhan, perkembangan ini menunjukan bagaimana Tiongkok dan Laos mengubah kerja sama ilmu pertanian menjadi dukungan praktis untuk tanaman dan mata pencaharian pedesaan yang lebih tangguh, sekaligus memberikan contoh yang berguna bagi kolaborasi regional yang lebih luas.
Sumber: CCTV+
Reporter: PR Wire
Editor: PR Wire
Hak Cipta © ANTARA 2026