Kepala IAEA: Bom yang Belum Meledak Masih Tertinggal di Fasilitas Nuklir Iran yang Diserang AS

loading…

Iran sebut bom yang belum meledak masih ada di situs nuklir yang diserang AS pada Juni tahun lalu. Foto/Maxar Technologies

TEHERAN – Pemerintah Iran mengatakan bom yang belum meledak masih tersisa di fasilitas nuklir yang diserang Amerika Serikat (AS) pada Juni tahun lalu. Pernyataan ini disampaikan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.

Dalam pernyataan yang dimuat oleh kantor berita Young Journalists Club Iran, Araghchi menyatakan dia menanyakan kepada Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi apakah ada undang-undang atau protokol khusus yang mengatur kunjungan ke fasilitas nuklir yang menjadi sasaran AS tersebut.

“Tidak, tidak ada yang seperti itu,” jawab Grossi, seperti dikutip oleh Araghchi.

Baca Juga: Israel Sesumbar Akan Serang Iran Sendirian Tanpa Perlu Izin AS

Diplomat senior itu mengatakan bahwa dia telah memberitahu Grossi tentang pentingnya menetapkan protokol sebelum kunjungan apapun. “Mengingat masalah keamanan yang ada, termasuk keberadaan bom yang belum meledak dan hal-hal lain yang perlu disetujui,” ujarnya.

Dia mengatakan bahwa inspeksi hanya boleh dilakukan setelah mencapai kesepakatan mengenai masalah-masalah ini.

“Iran tetap berkomunikasi dengan badan tersebut dalam hal ini,” kata Araghchi, seperti dikutip Middle East Monitor, Senin (9/2/2026).

Bulan Juni lalu, Israel, dengan dukungan AS, melakukan serangan selama 12 hari terhadap Iran, menargetkan situs militer dan nuklir serta fasilitas sipil dan melakukan pembunuhan terhadap komandan dan ilmuwan. Sebagai balasannya, Iran menargetkan situs militer dan intelijen Israel dengan menggunakan rudal dan drone.

MEMBACA  Penjualan Suzuki Melonjak 22% di Mei 2024, 21% Dikontribusikan oleh Mobil Hibrida

Tinggalkan komentar